Chief Business Officer PT Rifan Financindo Berjangka (RFB) Teddy Prasetya (kedua kanan) bersama Kepala Cabang PT RFB Yogyakarta Dewi Diananingrum (kanan), Direktur Utama PT Kliring Berjangka Indonesia (KBI) Fajar Wibhiyadi (kiri) dan Direktur Utama Bursa Berjangka Jakarta (BBJ) Stephanus Paulus Lumintang (kedua kiri) memberikan pemaparan di Yogyakarta Senin 6 Agustus 2018. (Foto/ist)

Yogyakarta, (bisnissurabaya.com) – Ekspansi pasar PT Rifan Financindo Berjangka/RFB tak lepas dari besarnya potensi industri pialang berjangka di Indonesia. Berdasarkan data Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) Kementerian Perdagangan, industri perdagangan berjangka komoditi/PBK di Indonesia selama tiga tahun terakhir mengalami pertumbuhan dengan peningkatan volume transaksi sebesar 6,40 persen pada 2016 dan 0,48 persen di 2017. Kemudian pada semester I/2018 tumbuh 30,15 persen dibanding periode yang sama pada tahun sebelumnya.

“Industri PBK sedang berkembang seiring dengan peningkatan volume transaksi baik bilateral maupun multilateral. Kepercayaan masyarakat serta minat pelaku usaha terhadap PBK juga mulai meningkat,” ujar Direktur Utama/Dirut PT Bursa Berjangka Jakarta/BBJ, Stephanus Paulus Lumintang.

Kepala Cabang PT Rifan Financindo Berjangka (RFB) Yogyakarta Dewi Diananingrum (tengah) memberikan potongan tumpeng pertama kepada Chief Business Officer PT RFB Teddy Prasetya (kedua kiri) disaksikan Direktur Utama Bursa Berjangka Jakarta (BBJ) Stephanus Paulus Lumintang (kiri) dan Direktur Utama PT Kliring Berjangka Indonesia (KBI) Fajar Wibhiyadi (kanan) serta Direktur Marketing dan Operasional PT RFB Isriyetti (kedua kanan) Senin, 6 Agustus 2018. (Foto/ist)

Sepanjang semester pertama 2018, RFB membukukan kinerja cemerlang. Secara nasional pertumbuhan jumlah nasabah baru RFB meningkat sebesar 27,16 persen atau bertambah sebanyak 1.311 nasabah, sehingga saat ini jumlah nasabah RFB mencapai lebih dari 10.000. Dari data volume transaksi RFB hingga akhir Juni 2018, mencapai 615,513 lot, naik 148,86 persen dibandingkan posisi yang sama di tahun 2017 sebesar 247,332 lot

Transaksi di produk bilateral atau SPA (Sistem Perdagangan Alternatif) masih memberikan kontribusi lebih besar yaitu 434,957 lot dibandingkan produk multilateral sebesar 180,556 lot. Namun, secara pertumbuhan, transaksi multilateral mengalami peningkatan tajam sebesar 585,07 persen dari semester pertama tahun sebelumnya sebesar 26,356 lot. Sedangkan, transaksi bilateral naik 96,83 persen dari 220,976 lot di tahun 2017 pada periode yang sama.

Dengan pencapaian ini RFB berhasil menempati posisi sebagai Perusahaan Pialang Berjangka Terbaik dengan berada diurutan pertama dalam Top 5 Pialang Berjangka menurut Bursa Berjangka Jakarta atau JFX (Jakarta Future Exchange).

Untuk pengembangan kantor cabang Wilayah Yogyakarta, RFB mengalokasikan total investasi Rp10 Miliar yang akan digunakan untuk infrastruktur kantor sebesar Rp5 miliar dan sisanya untuk modal kerja. Kepala Cabang RFB Yogyakarta, Dewi Diananingrum menargetkan 100.000 lot transaksi dan 300 nasabah untuk tahun pertama Kantor Cabang Yogyakarta. Sementara untuk kinerja perusahaan secara keseluruhan, RFB mematok penambahan 3.000 nasabah baru dan total volume transaksi 1 juta lot di akhir tahun 2018.

“Setiap kantor cabang RFB harus memiliki kontribusi terhadap total bisnis perusahaan. Untuk RFB Yogyakarta kami harapkan dapat memberikan kontribusi sebesar 10 persen dari total bisnis secara umum dan turut meramaikan pasar PBK di kota pelajar ini. Harapannya masyarakat semakin aware terhadap keberadaaan industri PBK sekaligus meningkatkan keuntungan dari sisi bisnis RFB khususnya,” ujar Dewi.

Selain pembukaan kantor cabang, RFB juga akan melakukan rencana strategis lain di 2018 yakni akuisisi kantor Bestprofit Futures di Malang dan Solid Gold Berjangka di Makassar. Teddy Prasetya menjelaskan, RFB berkomitmen penuh dalam melakukan sosialisasi dan edukasi berkelanjutan mengenai industri PBK di Wilayah Yogyakarta. Hal ini diwujudkan melalui pelatihan (workshop) kepada media terkait industri PBK. Media workshop yang mendapat dukungan dari KBI dan BBJ ini rencana akan digelar Sabtu, 11 Agustus 2018 di kantor RFB Cabang Yogyakarta. (bw)