UWIKA Gagas IPTEK Kewirausahaan

557

Surabaya, (bisnissurabaya.com) – Dunia pendidikan dirundung kegalauan. Sebab, menurut data dari Direktorat Pendidikan Tinggi/Dikti, 20 persen lulusan Perguruan Tinggi (PT) adalah pengangguran. Mereka mengalami masa tunggu yang lama sebelum diterima kerja. Jika diterima bekerja, biasanya tak sesuai disiplin ilmunya.

Hal ini menjadi perhatian bagi pemegang otoritas pendidikan. Mereka berusaha, untuk melakukan berbagai terobosan yang menjadi solusi atas keresahan yang dirasakan banyak pihak. Universitas Widya Kartika (Uwika) Surabaya menggagas program Iptek Bagi Kewirausahaan (IBK).

Yakni, program pengembangan kewirausahaan bagi mahasiswa berbasis ilmu pengetahuan teknologi/Iptek. Melalui program ini mahasiswa dididik dan dibina program kewirausahaan, kunjungan ke dunia industri, dan dimagangkan. “Melalui IBK, kami membekali mahasiswa knowledge (pengetahuan), skill (kemampuan), dan ebility (kemampuan),” kata Ketua IBK, Muis Murtadho, kepada Bisnis Surabaya, Senin (6/8) siang.

Mahasiswa peserta IBK. (Foto/nanang)

Program IBK direncanakan 3 tahun, dan saat ini sudah berjalan tahun ke-2. Peserta IBK 43 orang. Mereka dilatih tutor dan narasumber yang terlatih dibidangnya. Misalnya, pelatihan pemasaran 3 hari oleh Bukalapak, pelatihan akses permodalan bersama Bank Jatim.

“Setiap materi yang diajarkan selalu diikuti monitoring dan evaluasi,” jelas Muis, yang juga dosen ekonomi ini. Output program ini adalah setiap tahun menghasilkan minimal 5 mahasiswa mandiri yang siap diterjunkan di masyarakat. Dari 2 tahun berjalannya program ini, rata-rata peserta IBK menjadi pengusaha resaler yang sukses dibidangnya.

“Indikator sukses program IBK adalah produknya laku di masyarakat, memiliki keunggulan iptek, dan memiliki izin HAKI,” tambah Muis. Joko, adalah contoh seorang mahasiswa Uwika peserta IBK yang sukses jual sepatu di media sosial dengan omzet mencapai Rp 5 juta per bulan. Dalam menjalankan pemasaran usaha tersebut, dia memberi sentuhan iptek. Seperti e-comerce dan menggunakan media sosial. (nanang)