Ini Dia, Goa Kristal Bawah Tambang Batu Kapur

60

Tuban, (bisnissurabaya.com) – Warga Dusun Krajan, Desa Jadi, Kecaatan Semanding, Kabupaten Tuban, Jawa Timur/Jatim menemukan Goa Kristal Eksotis Bawah Tambang Batu Kapur Tradisional. Tak urung temuan goa dengan bebatuan yang mengkristal warna kuning keemasan dan putih salju membuat heboh warga sekitar.

Goa tersebut ditemukan Sudariono (35), salah satu warga yang menambang batu kapur di lahan miliknya sendiri, kemarin. Goa dengan kedalaman sekitar 20 meter dari permukaan tanah banyak didatangi warga yang penasaran. Apalagi goa itu dihubungkan dengan Goa Gembul tempat pertemuan wali sembilan saat musyawarah sebelum membagun Kerajaan Demak. Goa Gembul dengan gua yang ditemukan warga jaraknya tidak lebih dari satu kilo meter.

Warga menemukan goa di Tuban. (Foto/imam)

Karena banyak warga yang penasaran, sehingga selalu ramai didatangi warga. akhirnya lokasi ditemukannya goa itu dipolice line Polsek Semanding demi keamanan.

Sebab, untuk masuk ke alam goa harus melalui tangga tradisional dari bambu milik warga setempat. Informasi yang dihimpun di lapangan, penemuan

Goa Kristal. (Foto/imam)

adanya goa di kedalaman sekitar 20 meter itu berawal saat Sudariono, menambang batu kapur di belakang rumahnya itu bersama empat orang lain.

Ketika itu, ia bersama penambang lain kaget. Karena terdapat lubang dan keluar anginnya dari bawah.

“Ini baru kemarin sekitar pukul 15.30 Wib. Kaget, waktu nambang ada lubang dan keluar anginnya,” terang Sudariono, penambang yang menemukan goa bawah tanah itu, kepada bisnis Surabaya.com di Tuban Minggu (5/8).

Goa Kristal Bawah Tambang Batu Kapur. (Foto/imam)

Setelah terlihat kalau ada lorong dalam, kemudian ia bersama dengan penambang lain membuat jalan untuk bisa masuk ke dalam gua. Adapun kedalaman dari dasar tambang sampai dengan dasar goa mencapai kedalaman sekitar 8 meter dan lahan itu sudah digaidengan kedalaman lebih dari 10 meter.

“Masuknya ini pakai tangga, soalnya dalam. Kalau dalamnya luas dan bebatuannya sudah mengkristal dan sangat bagus,” tambahnya.

Keberadaan goa yang ditemukan warga memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi obyek wisata. Bebatuan yang ada di dalam goa lebih indah dibanding Goa Skbar yang kini menjadi salah satu andalan wisata alam Kabupaten Tuban.

Panjang goa yang bisa ditembus sektar 250 meter. Setelah itu, menyempit dan udaranya pengab. Juga masih terdapat lorong yang masih belum bisa dijangkau lantaran lubangnya kecil terpendam tanah liat. Kondisi dasar goa penuh tanah liat yang lengket dan sulit untuk dilewati. Keberadaan goa di bawah tambang batu kapur itu seperti sungai bawah tanah dengan lorong yang panjang.

(foto/imam)

“Kalau yang ke arah timur itu semakin menyempit rendah, jaraknya mungkin sampai sekitar 200 sampai ujung. Tapi itu, masih ada lorong lagi yang tertutup,” kata Abdul Gopar, warga setempat yang teah menjelajahi goa yang masih perawan tersebut.

Adapun jaraknya yang ke arah barat mencapai sekitar lebih dari 50 meter. Namun, lebih tinggi untuk atap goanya. Sedangkan untuk lebar dari goa yang menyerupai sungai bawah tanah itu rata-rata tidak sampai 10 meter.

“Kalau yang sebelah timur itu ada kubangan airnya, terus lebih bagus juga. Tapi masuknya yang sulit, bawahnya masih tanah liat, kalau ngak pakai sepatu ya susah,” tambahnya saat di lokasi.

Keindahan dari goa yang baru ditemukan itu sangat terlihat dari banyaknya stalagmit dan stalaktit yang memenuhi dinding-dinding goa dengan berbagai bentuk. Sehingga, sangat indah dan sangat bagus serta menjadi daya tarik tersendiri bagi warga yang melihatnya.

“Saya kira dalamnya tidak luas seperti ini. Ternyata setelah saya turun sangat luas dan panjang,” ujar Kosim, warga lain yang melihat goa tersebut.

Sementara itu, Kepaa Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olaharga, Sulistiyadi, menjelaskan, pihaknya sudah mendapat laporan terkait penemuan goa tersebut. Untuk dijadikan obyek wisata akan dilakukan kajian lebih mendalam. Bukan hanya sisi eknomi tapi keselamatan pengunjung juga menjadi bagian terpenting.

“Kan goanya itu di bawah lokasi tambang yang telah ditambang dengan kedalaman lebih dari 10 meter. Ini juga menjadi pertimbangan,” terang Sulistiyadi. (imam suroso)