Tuban, (bisnissurabaya.com) – Truk bermuatan yang melawati jalur Pantai Utara/Pantura, Semarang – Surabaya atau sebaliknya harus masuk ke dalam area jembatan timbang di Desa Minohajo, Kecamatan Widan, Kabupaten Tuban, Jawa Timur/Jatim. Jika saat ditimbang muatannya melebihi ketentuan langsung dikenakan tilang.

Tendakan tegas Kementerian Perhubungan itu sudah dimulai sejak Rabu (1/8) kemarin dengan melakukan tilang kendaraan angkutan barang Over Dimensi/Over Load (Odol) yang mengangkut barang melebihi kapasitas. Di jembatan timbang Widang satu-persatu kendaraan angkutan barang dicek petugas. Tak pelak dalam waktu sehari awal penerapan, sebanyak 96 kendaraan diketahui mengangkut barang hingga melebihi kapasitas yang ditentukan sehingga dilakukan penilangan.

“Kita sudah melakukan tindakan tegas dengan menilang kendaraan yang muatannya melebihi kapasitas,” kata Koordinator Satuan Tugas Pelayanan Unit Pelayanan Penimbangan Kendaraan Bermotor (UPPKB), Mulyadi, kepada bisnissurabaya.com, Jum’at (3/8) siang.

Menurut Mulyadi, dari puluhan kendaraan yang memuat barang hingga lebih dari 100 persen maka di tempat itu juga petugas langsung melakukan penilangan. Selain itu, pengemudi juga harus menurunkan barangnya ke kendaraan lain agar bisa kembali melanjutkan perjalanannya.

“Ada dua pilihan agar kendaraan bisa tetap terus melanjutkan perjalanannya. Pertama harus menurunkan muatannya lalu dimuat di kendaraan lain atau kami yang menyediakan kendaraan tapi perusahaan harus membayar,” ujarnya.

Sampai saat ini, kata dia, Kemenhub masih memberikan keringanan kepada kendaraan yang memuat semen dan pupuk, bila diketahui kendaraan melebihi batas 40 persen ke bawah tidak dikenakan tilang. Begitu juga kendaraan yang memuat sembako bila melebihi 50 persen ke bawah tidak ditilang.

Sementara itu, sejumlah Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) pegiat transportasi menyambut baik tindakan tegas tersebut. Tindakan itu, selain dapat mengurangi kecelekaan juga dapat memuat kondisi jalan lebih awet. Karena truk yang melewati tidak melebihi kapasitas jalan.

“Kalau aturan itu dilaksanakan dengan tegas, kondisi jalan juga lebih awet dan dapat mengurangi kecelakaan,” ujar Zawai salah satu aktivis LSM pegiat transportasi di Tuban. Pihaknya berharap, ketegasan petugas dalam memberikan tindakan kendaraan yang over muatan tak hanya di jalur nasional. Tapi, aparat kabupaten juga memberikan pengawasan yang ketat di jalan provinsi maupun kabupaten.

“Jalan-jalan kabupaten dan provinsi juga banyak dilalui kendaraan yang bermuatan berlebihan. Ini juga harus ada tindakan agar jalan-jalan itu kondisinya lebih awet,” tambahnya. Sementara itu,  Sekretaris Dinas Perhubungan Kabupaten Tuban, Gunadi, membenarkan dimulainya tindakan tegas bagi kendaraan melanggar kapasitas muatan dan dimensi. Bahkan, untuk pelanggaran dimensi, petugas akan memberikan segel potong dengan cat berwarna merah.

”Kami mendukung kebijakan itu. Ada juga yang diberikan cat untuk dipotong karena melebihi dimensi,” pungkasnya. (imam suroso)