Surabaya, (bisnissurabaya.com) – Menimang cawapres pilihan Presiden. Jadwal pendaftaran bakal calon presiden (bacapres) dan bakal calon wakil presiden (bacawapres) untuk pemilihan presiden (pilpres) 2019 baru dimulai 4 – 10 Agustus mendatang, tapi masyarakat sudah penasaran siapa capres dan cawapres yang berlaga pada pilpres 2019.

Diperkirakan calon petahana Presiden Jokowi, akan kembali bertarung dengan Prabowo Subianto.

Jauh-jauh hari 6 partai koalisi pendukung pemerintah seperti PDI Perjuangan, Nasdem, PKB, Hanura, Golkar, dan PPP sudah sepakat mendukung Jokowi, untuk maju kembali diperiode ke-2.

Cak Kusnan, Wakil Ketua Relawan JM. (Foto/nanang)

Sedangkan Prabowo Subianto, sampai hari ini belum ada kesatuan pendapat diantara partai pendukungnya untuk kembali menjalin koalisi yang mengusung kembali mantan Danjen Kopassus itu.

Selain sepakat mencalonkan kembali Jokowi, Partai koalisi pemerintah ini juga sepakat untuk menyerahkan sepenuhnya nama bakal cawapres yang akan mendampingi Jokowi, langsung kepada presiden.

Namun, sampai hari ini Jokowi, masih merahasiakan siapa cawapres yang akan dipilih mendampinginginya. Bila ada wartawan yang bertanya, Jokowi, selalu menjawab “Calonnya berinisial M yaitu Mbok Sabar/harap sabar”.

Memang, menurut tokoh PDI Perjuangan, Mansinton Pasaribu, saat ini ditangan Jokowi ada 6 M. Bukan Rp 6 miliar, tapi 6 cawapres yang menguat dan kebetulan memiliki inisial M. Yaitu, Mahfud MD, Moeldoko, M Tito Karnavian Muhaimin Iskandar, M Majdi (Tuan Guru Bajang), dan M Romahurmuzy.

Tanpa bermaksud mengintervensi hak prerogatif Presiden Jokowi, namun lebih sebagai usulan anak bangsa kepada pemimpinnya. Minggu (29/7) beberapa elemen pendukung Jokowi, yang diinisiatori oleh Advokat senior, Saiful Maarif, mendeklarasikan Relawan Jokowi-Mahfud MD (RJM) di Jawa Timur/Jatim.

“Mengapa kami mengusulkan Mahfud MD, karena dia bersih, low profile, dekat dengan kalangan ulama NU dan berpengalaman. Ini bukan berarti calon yang lain tidak bersih,” kata Wakil Ketua Relawan JM, Cak Kusnan kepada Bisnis Surabaya Minggu (29/7) lalu.

Seperti diketahui, sosok Mahfud MD, mempunyai pengalaman yang lengkap. Baik di eksekutif, legislatif, maupun yudikatif. Dia pernah menjabat Menteri Pertahanan kemudian Menteri Kehakiman, Anggota Komisi III DPR RI, Ketua Mahkamah Kontitusi, Anggota UKP4, dan anggota BPIP.

“Pertimbangan kami yang lain, Mahfud MD itu politisi yang lurus. memiliki sikap yang low profile. Sehingga bisa diterima berbagai kelompok. Baik kelompok ulama maupun masyarakat umum,” jelas Cak Kusnan, yang juga seorang seniman ini.

Sikap profesionalitas Mahfud MD, ditunjukkan dengan memilih mundur saat dia gagal mengantar Prabowo Subianto, sebagai presiden saat pilpres 2014. Baginya pertarungan sudah selesai, sehingga dia tidak ingin ikut- ikutan berpolemik pasca pilpres 2014. Apalagi harus mengecam pihak lain.

“Pada saat Mahfud MD, berada di kubu Prabowo, sedikitpun dia tidak pernah mengecam Jokowi. Sepertinya, dia ingin mengajarkan etika berpolitik yang santun,” tambah Cak Kusnan, yan juga aktifis 1998 ini.

Selain mantan Gubernur M Noer, Mahfud MD, juga merupakan putra terbaik dari pulau Madura yang terkenal karena kecerdasan dan kepandaiannya. Wajar saja, jika ada yang menjulukinya “Keajaiban dari Madura”

Deklarasi relawan JM, dipimpin Ketua Relawan JM, H M Cheng Ho Djadi Galajapo, dan dihadiri oleh pengurus lainnya. Seperti Syaiful Maarif, Inul Rahman, Daniel L Rorong, Siti Nasyiah, H Choirun Nashien (Haji Nunut), Totok Widiarto dan lain-lain. (nanang)