Surabaya, (bisnissurabaya.com) – Melihat dinamika perubahan yang bersifat cepat dan menyeluruh di bidang Sistem Pembayaran, Bank Indonesia mengeluarkan terobosan berupa Gerbang Pembayaran Nasional (GPN).

“GPN menjadi langkah terobosan dalam rangka menghilangkan fragmentasi layanan pembayaran retail sehingga masyarakat dapat mengakses layanan sistem pembayaran yang lebih efisien melalui interkoneksi dan interoperabilitas,” kata Yudi Harymukti, Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur.

Dijelaskan Yudi, sejak tanggal 1 Januari 2018 lalu, penerbit wajib mulai menerbitkan kartu ATM dan/atau kartu debit berlogo nasional (GPN), dengan target kepemilikan kartu berlogo GPN 30 persen dari total nasabah pada akhir Desember 2018.

Sementara pada 2022, penerbit wajib memastikan seluruh nasabah yang memiliki kartu ATM dan/atau kartu debit harus memiliki paling sedikit 1 kartu ATM dan/atau kartu debit berlogo GPN.

Dalam upaya menciptakan awareness dan acceptance masyarakat mengenai GPN, maka Bank Indonesia menyelenggarakan Kampanye Bersama GPN di seluruh wilayah Kantor Perwakilan Bank Indonesia.

Pelaksanaan kampanye di wilayah Surabaya akan dilakukan selama sepekan pada tanggal 30 Juli s.d. 3 Agustus 2018 yang diawali dengan kegiatan launching kartu dan Fun Walk pada (29/07) Kegiatan Pekan GPN di Jawa Timur ini diikuti oleh 11 Bank, antara lain Bank Mandiri, BNI, BRI, BTN, BCA, BPD Jatim, Bank Maspion, Bank Syariah Mandiri, Bank Permata, Bank CIMB Niaga, dan Bank
Artha Graha.

“Selama Pekan GPN ini sampai dengan selanjutnya, masyarakat dapat memperoleh atau menukarkan kartu ATM/Debet-nya dengan kartu berlogo GPN di kantor-kantor cabang Perbankan, dengan membawa dokumen berupa kartu identitas, kartu ATM/Debet, dan buku tabungan,” jelas Yudi.(ton)