Michael Lianto (kiri) dan Sulistiyawati Kiniasih (kanan) sedang meracik El-Nano. (Foto/ist)

Surabaya, (bisnissurabaya.com) – Untuk lebih memanfaatkan limbah jerami yang melimpah di Indonesia, mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya mengolah limbah jerami padi menjadi bahan superkapasitor. Inovasi elektroda karya tiga mahasiswa Departemen Fisika ITS ini diberi nama EL-NANO (Elektroda Nanokarbon).

Sulistiyawati Dewi Kiniasih, Michael Lianto, dan Irma Septi Ardiani, adalah mahasiswa yang menginisiasi EL-NANO ini. Superkapasitor adalah penyimpan energi yang memiliki kapasitas penyimpanan muatan yang besar serta proses pengisian dan pengosongan muatan yang cepat.

Irma Septi Ardiani (kiri), Michael Lianto (tengah) dan Sulistiyawati Kiniasih (kanan) sebagai inisiator bahan superkasitor El-Nano. (Foto/ist)

Ketua tim, Dewi Kiniasih, mengatakan, timnya membuat bahan superkapasitor tersebut dengan elektroda nanokarbon karena saat ini nanokarbon menjadi perhatian para peneliti. “Nanokarbon ini memiliki ukuran yang kecil dan memiliki luas permukaan yang tinggi,” jelasnya.

Ia menyebutkan, dengan luas permukaan yang tinggi, elektroda semakin banyak menyerap ion sehingga nilai kapasitansinya meningkat. Dewi mengungkapkan, persediaan limbah jerami di Indonesia terbilang melimpah. Tetapi, ia menilai, limbah tersebut selama ini belum dimanfaatkan secara maksimal.

“Padahal jerami padi mengandung 36,5 persen selulosa, 33,8 persen hemiselulosa, dan 12,3 persen lignin,” ujarnya. Melihat kandungan tersebut, limbah jerami padi ini berpotensi menjadi bahan baku pembuatan elektroda. “Setelah dilakukan beberapa penelitian, potensi tersebut benar adanya,” aku mahasiswi yang biasa disapa Dewi, ini.

Pasalnya, lanjut Dewi, kapasitansi EL-NANO yang berbahan limbah jerami padi ini mampu mencapai 36,68 F/g (baca: Farad per gram) setelah diuji voltametri siklik. Voltametri merupakan teknik dalam elektrokimia. “Angka kapasitansi EL-NANO jauh lebih besar daripada baterai dan kapasitor yang dijual di masyarakat,” terangnya secara gamblang.

Sebagai salah satu Program Kreativitas Mahasiswa Penelitian Eksakta (PKM-PE) terdanai oleh Dikti, Dewi berharap agar diberi kemudahan untuk penelitian ini ke depannya. Ia dan timnya juga berharap bisa lolos dan mendapat kesempatan untuk berlaga di Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (Pimnas) ke-31 di Jogjakarta. (bw)