Lamongan (bisnissurabaya.com) – Musim haji dimulai. Ada cerita seorang buruh angkut pasar di Kabupaten Lamongan akhirnya bisa berangkat haji pada musim haji 2018 ini. Setelah menabung puluhan tahun lamanya, akhirnya Matoyin, berhasil menunaikan ibadah haji bersama istrinya yang hanya berprofesi sebagai penjual kembang.

Beginilah keseharian Matoyin, warga Desa Sugihwaras Kecamatan Kalitengah, yang sehari-hari bekerja sebagai buruh angkut di pasar Desa Tunjungmekar, yang tak jauh dari rumahnya.

Dengan bermodalkan sepeda angin, setiap hari Matoyin, menjual jasanya untuk mengangkut barang bawaan. Baik penjual maupun pembeli yang ada di pasar itu.

Namun, siapa sangka, Matoyin, yang hanya berprofesi sebagai buruh kasar dengan penghasilan Rp 30.000 per hari ini menjadi calon jamaah haji yang masuk dalam kelompok terbang/kloter 48 yang akan berangkat 2 Agustus mendatang bersama Muniroh, sang isri yang juga berprofesi sebagai penjual kembang keliling di desa maupun di pasar itu.

Matoyin, mengaku, meski berpenghasilan pas-pasan dan hidup dengan keterbatasan, dia bersama istrinya dengan tekun menyisihkan sebagian uang belanja untuk berangkat haji sejak 2010 silam.

Sementara, Muniroh, meski uang nafkah yang didapat suaminya tak banyak tetapi, ia bertekad mengumpulkan sedikit uang selama puluhan tahun demi mewujudkan niat.

Setelah terdaftar, Muniroh, harus kembali bersabar untuk jadwal keberangkatan selama delapan tahun lalu. Meski jadwal keberangkatan keduanya tinggal menghitung hari, namun, kedua pasangan suami istri/pasutri ini masih tetap menjalankan pekerjaannya. Keduanya   berharap jika diberikan kesehatan agar dapat  menjalankan seluruh rangkaian haji selama di tanah suci mekkah. (bashoir/stv)