Gresik, (bisnissurabaya.com) – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Kabupaten Gresik langsung syok mendengar penangkapan terhadap Eni Maulani Saragih/EMS, anggota DPR-RI melalui OTT KPK. Sebelum ditangkap KPK, Wakil Ketua Komisi VII itu, sempat bertemu kader di Gresik. Dimata kader Golkar, terutama dapil Lamongan – Gresik, Eni Maulani Saragih, sangat peduli dan track recordnya juga baik.

Kekecewaan atas penangkapan Eni Maulaini Saragih, anggota DPR-RI dari fraksi Golkar, membuat banyak kader Partai Golkar di Kabupaten Gresik syok dan tak percaya. Pasalnya, sehari sebelum diciduk KPK, tepatnya Kamis (12/7) lalu, Eni Maulani Saragih sempat menemui kader di Gresik.

Ketua DPD Partai Golkar Gresik, Ahmad Nurhamim, semakin syok, karena sehari setelah dari Gresik, tiba-tiba mendengar berita EMS terkena OTT KPK di rumah dinas Idrus Marham. Dengan mata sembab, Nurhamim, menuturkan EMS kader yang mewakili dapil Gresik-Lamongan. Selama satu periode menjadi anggota DPR-RI EMS sering turun ke dapilnya.

EMS selama ini dikenal sangat peduli, terutama di dapil Lamongan – Gresik. EMS juga mempunyai track record yang baik dimata partai. DPD Golkar Gresik, sangat kaget dan tidak menyangka OTT KPK menyasar EMS yang menjabat Wakil Ketua Komisi VII yang membidangi energi sumber daya mineral dan lingkungan hidup tersebut.

DPD Golkar Gresik juga sudah mematikan istri dari Bupati Temanggung terpilih tersebut dan sudah mendaftarkan diri sebagai caleg DPR-RI periode berikutnya. Namun, EMS kini ditetapkan menjadi tersangka terkait kasus suap PLTU Riau1 senilai Rp 4,8 miliar. Kasus suap tersebut diberikan secara bertahap hingga empat kali. (bashoir/stv)