Tuban, (bisnissurabaya) – Pemerintah Kabupaten Tuban, Jawa Timur pada Selama semester 1/2018 Pemerintah Kabupaten/Pemkab Tuban mendapatkan kucuran Dana Bagi Hasil (DBH) Minyak dan Gas (Migas) dari pemerintah pusat sebesar Rp 15. 448.578.000. Dana sebesar itu hanya 50 persen dari target perolehan DBH Migas 2018 sebanyak Rp 30.897.160.000.

“ Yaaaa, realisasi DBH Migas semester 1 sudah 50 persen,” kata Kepala Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan & Aset Daerah (DPPKAD) Tuban, Rini Indrawati, kepada bisnissurabaya.com, Rabu (18/7) siang. Realisasi DBH dari sektor minyak terhitung sejak  Januari sampai Juni lalu sebesar Rp 15.167.378.800. Target tahunanya sebesar Rp 30.334.760.000. Sedangkan perolehan DBH gas Rp 281.203.200, separuh dari target sebesar Rp 562.400.000.

Menurut dia, pada 2018, target penerimaan DBH sektor minyak di Tuban, meningkat signifikan menjadi Rp30.334.760.000. Pendapatan tersebut diproyeksi dari bagi hasil Penyertaan Modal atau Participating Interest (PI) 10 persen di Blok Tuban, sumur tua Gegunung di Kecamatan Singgahan, dan Lapangan Tapen di Kecamatan Senori.

“Naiknya 100 persen lebih dari tahun sebelumnya,” sela Kabag Humas dan Protokol Setda Tuban, Rohman, Ubaid, melalui salinan surat dari Kabid Pendapatan Pajak Daerah Lainnya dan Dana Perimbangan DPPKAD Tuban, Syamsul Arifin. Mantan Camat Jenu itu menjelaskan, tahun 2017 target penerimaan DBH minyak hanya Rp 13.023.361.000. Diakhir 2017 realisasi target mencapai Rp 14.679.205.165 dan dihitung selisihnya Rp 1.655.844.165 atau 12,71 persen.

Menjelang berakhirnya kontrak Joint Operating Body Pertamina-Petrochina East Java (JOB P-PEJ) di Blok Tuban pada 28 Februari 2018, ditambah pemboran Sumur Tapen 006, menjadikan target DBH minyak dinaikkan.

“Untuk selisih target DBH minyak tahun ini dengan sebelumnya sebanyak Rp17.311.399.000 atau 132,93 persen,” tandas Camat Kerek. (imam suroso)