Surabaya, (bisnissurabaya.com) – “Orang tak akan peduli siapa kita. Tetapi orang akan mengingat perlakuan kita. Terutama perlakuan kita kepada orang dalam kesusahan. Demikian kata-kata bijak yang disampaikan tokoh kemanusiaan Bunda Teresa dari Calcuta India.

Prinsip kepedulian dan kesetiakawanan sosial yang diajarkan Bunda Teressa tersebut dipegang teguh relawan kemanusiaan termasuk Taruna Siaga Bencana (Tagana).

“Kami ingin berbagi dengan kaum yang kurang beruntung, yang dalam bahasa agama disebut kaum duafa, yang dalam ilmu sosial disebut Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS),” kata Ketua Panitia Bakti Sosial Wawan Sunariyadi, kepada Bisnis Surabaya Minggu (15/7) siang.

Wawan, menambahkan ada puluhan paket sembako yang dibagikan kepada mereka yang sakit, yatim piatu, penjaga masjid dan mereka yang membutuhkan. Pada kegiatan ini juga diberikan santunan kepada keluarga para anggota Tagana yang telah meninggal dunia.

Anik Korwil Surabaya Pusat (kiri), M Tohir, Sekretaris Tagana Surabaya (pakai topi) Wawan Sunaryadi, Ketua Panitia Baksos (no 3 dari kiri). (Foto/nanang)

“Kami juga mengapresiasi teman-teman kami anggota Tagana yang telah lebih dulu meninggalkan kami,” tambah Wawan, didampingi Sekretaris Tagana Surabaya M Thohir.

Acara bakti sosial pembagian paket sembako dan santunan ini merupakan rangkaian kegiatan halal bihalal yang dilaksanakan Tagana Surabaya di Kecamatan Tegalsari.
(nanang)