(foto/ist)

Tuban, (bisnissurabaya.com) – Bencana kekeringan melanda sejumlah desa di kawasan Perbukitan Kapur Tuban Jawa Timur/Jatim. Musim kemarau menyebabkan sumur-sumur milik warga kering tak menghasilkan air. Akibatnya warga mengalami krisis air bersih. Setiap musim kemarau, sumur-sumur kering tak menghasilkan air. Sehingga warga harus mencari alternatif lain untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Persoalan klasik ini, salah satunya dialami warga Desa Genaharjo Kecamatan Semanding. Sejak seminggu terakhir sumur-sumur di rumah warga tak dapat dimanfaatkan. Selain debitnya kecil, kondisi air juga keruh. Sehingga tak layak konsumsi. Akibatnya, warga terpaksa harus membeli air bersih dari luar desa.

Misalnya, Kasmuji, warga setempat. Dia yang tak sanggup membeli air bersih, harus rela berjalan hingga satu kilometer untuk mengambil air di sumur yang ada di tengah areal persawahan desa setempat. Kekeringan juga menyebabkan lahan pertanian dibiarkan terbengkalai, lantaran tak ada pasokan air untuk bercocok tanam.

Berdasarkan pantauan badan penanggulangan bencana daerah Tuban, kekeringan telah melanda 26 desa di tujuh wilayah kecamatan. Diantaranya Kecamatan Semanding, Grabagan, Rengel, Montong, Kerek, Bangilan, Senori, Kenduruan.

Petugas BPBD Tuban, Gaguk Hariyanto, mengatakan, untuk mengatasi kekeringan, pemerintah akan melakukan droping air beraih ke daerah terdampak. Sebanyak tiga unit tangki berkapasitas 5.000 lima liter disiapkan untuk mengirim air setiap hari.

Warga berharap pemerintah daerah mengambil langkah konkrit agat bencana kekeringan tak kembali berulang setiap musim kemarau tiba. Salahsatunya membangun jaringan PAM. (sumali/stv)