Tuban, (bisnissurabaya.com) – Tahun ajaran baru menjadi berkah bagi pedagang seragam sekolah di pasar tradisional Kabupaten Tuban, Jawa Timur. Omzet penjualan meningkat drastis hingga dua kali lipat dibanding hari biasa. Konsumen memilih membeli di pasar tradisional, karena harganya lebih murah dibanding di toko-toko modern.

Libur sekolah hampir berakhir. Beberapa hari lagi, anak-anak kembali masuk sekolah. Para orang tua sibuk mencari perlengkapan sekolah untuk sang anak. Selain peralatan belajar, barang yang banyak diburu adalah seragam sekolah. Misalnya, di pasar tradisional di Jalan Gajahmada Tuban. Sejak dua pekan terakhir, pembeli seragam sekolah meningkat dua kali lipat dibanding hari biasa.

Hampir seluruh tingkatan seragamĀ  mengalami lonjakan penjualan. Baik seragam sekolah SD maupun SMP dan SMA. Namun, hingga kini seragam SD putih-merah menjadi yang terlaris disusul seragam pramuka. Viola, pelajar kelas 4 SD yang ditemui mengatakan, harus membeli seragam sekolah karena yang lama sudah kekecilan. Baik, seragam pramuka dan putih-merah masing-masing beli dua.

kondisi ini menjadi berkah bagi pedagang seragam sekolah di pasar tradisional dagangan mereka laris manis diserbu pembeli sehingga omzet penjualan melonjak dua kali lipat dalam sehari pedagang mampu menjual 30 setel seragam.

Sementara, Sruah, Pedagang Seragam, menyatakan, menjelang masuk sekolah penjualan seragam laris dan ramai. Bila dibanding hari biasa lebih ramai dua kali. Dalam sehari, kata dia, bisa laku 25 sampai 30. Paling laris seragam merah-putih dan pramuka. Selain berkualitas, seragam yang ditawarkan pedagang di pasar tradisional jauh lebih murah dibanding toko modern. Harga yang ditawaran beragam antara Rp 75.000 sampai Rp 200.000 per stel atau bergantung ukuran dan jenis kain. (sumali/stv)