Hingga April 2018, Aset BPR Capai Rp 128 Triliun

30

Surabaya, (bisnissurabaya.com) – Industri BPR – BPRS menempati peran strategis dalam perekonomian di Indonesia. Terutama dalam mendorong perkembangan usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) dan telah membina serta memberikan edukasi pada lebih 16,6 juta UMKM di Indonesia.

Seiring dengan peringatan Hari BPR – BPRS Nasional pada 8 Juli ini juga merupakan salah satu langkah mendekatkan diri pada masyarakat.

“Kegiatan ini dilakukan serentak di 24 DPD di Indonesia. Perayaan nasional dipusatkan di Malang, karena peserta di kota ini terbanyak mencapai angka 21.000,” kata Ketua Umum Perhimpunan Bank Perkreditan Rakyat Indonesia (Perbarindo), Joko Suyanto.

Moment ini, kata dia, merupakan langkah mendekatkan diri sebagai BPR secara riil pada masyarakat di setiap daerah agar pemahaman masyaraat menjadi lebih baik.

“BPR juga mempunyai pelayanan publik berupa jasa seperti bank umum. Kita ingin masyarakat benar-benar memahami dan mereka terliterasi. Sasaran kita agar masayarakat tersambung dengan perbankan sehinga dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

Dalam kegiatan yang digelar di Lapangan Rampal, Malang, Jawa Timur, Perbarindo dengan dukungan penuh dari OJK memperkenalkan logo BPR bersama. Logo BPR bersama dibuat melalui kajian akademik dan diskusi intensif melibatkan OJK, Perbarindo, Konsultan Branding.

Tujuan Logo BPR bersama yaitu untuk memperkuat brand industri BPR dan membangun reputasi yang khas dalam rangka menghadapi tantangan di masa depan. Kedua, untuk menyelaraskan BPR seluruh Indonesia dalam pengelolaan brand, hingga menciptakan pengelolaan brand yang terintegrasi. Ketiga, menjadikan BPR sebagai institusi keuangan yang terpercaya dan dapat meningkatkan inklusi keuangan.

Menurut dia, harapan ke depan dengan adanya logo BPR bersama adalah seluruh BPR di Indonesia mempunyai reputasi yang konsisten. Sehingga dapat memperkuat brand industri BPR dalam menghadapi persepsi negatif dan tantangan di masa depan.

Selain itu, kata dia, logo BPR bersama diharapkan dapat meningkatkan dan memperkuat kepercayaan dari nasabah terhadap BPR sebagai lembaga keuangan yang diawasi OJK dan dijamin LPS. Untuk Itu, Perlu adanya sebuah momentum untuk meningkatkan awareness masyarakat terhadap industri BPR-BPRS. Untuk memperkuat branding positif BPR – BPRS dimata masyarakat sehingga mendorong minat masyarakat untuk menggunakan jasa dan produk BPR – BPRS,” ungkapnya.

Industri BPR – BPRS telah melayani masyarakat Indonesia selama hampir 30 tahun dan masih tetap tumbuh, eksis serta menjadi mitra strategis pelaku UMKM. Kinerja Industri BPR sampai dengan April 2018 sangat baik, aset industri BPR mencapai Rp 128 triliun atau tumbuh 10,95 persen dibandingkan posisi tahun lalu, kredit yang disalurkan mencapai Rp 93 triliun atau tumbuh 9,16 persen.

Fungsi intermediasi lainnya juga dapat dijalankan dengan baik yaitu penghimpunan dana. Hal ini terlihat dari tabungan yang tumbuh sebesar 13,66 persen dan deposito tumbuh sebesar 10,83 persen CV dibandingkan setahun yang lalu, tabungan BPR per April 2018 mencapai Rp 27 triliun dan deposito mencapai Rp 60 triliun. (bw)