Mojokerto, (bisnissurabaya.com) – Saat ini pengobatan herbal kian diminati masyarakat luas seiring dengan perkembangan gaya hidup sehat berbasis “kembali kealam”.  Hal inilah yang membuat obat herbal semakin digandrungi masyakat bila dibandingkan dengan pengobatan secara medis berbasis bahan kimia.

Selain itu efek samping yang seringkali ditimbulkan dari obat-obatan bahan kimia dan biayanya yang relative lebih mahal dibanding obat herbal, menyebabkan obat herbal masih menjadi pilihan masyarakat khususnya di Jawa Timur.

Salah satu produk jamu herbal yang sedang diburu masyarakat saat ini adalah jamu Sumber Waras Nusantara. Jamu ini sendiri merupakan jamu yang diproduksi di Banyuwangi.

Listiawati salah satu penjual jamu herbal tersebut mengaku bisnisnya semakin berkembang setelah memperkenalkan jamu herbal tersebut pada masyarakat Mojokerto. “Awalnya sih masih sepi mbak, berjalan dua bulan sudah mulai diterima oleh masyarakat.

Hal ini setelah para pelanggan merasakan manfaatnya setelah mengkonsumsi jamu tersebut”, Jelas Listiawati saat ditemui bisnissurabaya.com didepot jamunya dikawasan Gondang, Mojokerto Rabu,(27/06).

Jamu herbal Sumber Waras Nusantara ini memiliki banyak sekali manfaat diantaranya seperti asam lambung, asam urat, pegal linu, sakit gigi, kolesterol dan lain sebagainya. Untuk dapat menikmati segelas jamu tersebut pelanggan hanya dikenakan biaya sebesar 6.000 per gelas atau 35.000 per botol .

Suyitno, salah satu pelanggan mengaku merasakan manfaatnya setelah mengkonsumsi jamu herbal tersebut, “Ya, kalau pegal-pegal minum jamu disini rasanya enteng di badan mbak, jadi rasa pegalnya hilang gitu, enak saja dibadan”, terangnya disela-sela meneguk jamu udekan yang dibelinya.

Listiawati menambahkan dalam tiap minggunya setidaknya ia mampu menjual empat puluh dus jamu atau minimal menghabiskan dua belas botol jamu. “Alhamdulillah dalam waktu seminggu saja kami mampu menghabiskan empat puluh dus mbak”, tambahnya dengan nada sumringah.

Berangkat dari sebuah brosur pihaknya memberanikan diri untuk memulai bisnis jamu herbalnya ini di akhir tahun 2014 silam. Usaha yang dirintisnya selama empat tahun berjalan ini kini telah memiliki setidaknya empat  kios yang tersebar dibeberapa kawasan seperti Gondang, Puri, Jatirejo dan Malang.(hny)