Peserta workshop e-comerce IKM di Hotel Luminor Surabaya, Rabu (4/7) siang. (Foto/nanang)

Surabaya, (bisnissurabaya.com) – Potensi pasar e-commerce di Indonesia pada 2025 menjanjikan. Bahkan, diprediksi mencapai USD 46 miliar atau sekitar 52 persen dari total potensi pasar e-commerce di Asia Tenggara yang mencapai USD 88 miliar. Tingginya peluang ini disambut semangat oleh pelaku usaha menengah kecil mikro (UMKM).

“Peluang besar ini harus kita sambut dengan sigap. Jangan sampai lalu-lintas perdagangan banyak beredar produk impor. Dengan kata lain produk kita kalah bersaing. Inilah salah satu alasan utama acara ini kita gelar. Kita banjiri pasar e-commerce dengan produk-produk dalam negeri,” kata Direktur Jenderal/Dirjen Industri Kecil dan Menengah, Gati Wibawaningsih, kepada Bisnis Surabaya saat membuka Workhshop E-Smart IKM selasa (3/7) kemarin.

Icha Hadisa-pelaku UMKM Teh Rosella (baju pink). (Foto/nanang)

Peserta workhshop berasal dari 25 orang pelaku UMKM binaan Dinas Perdagangan Surabaya dan 25 orang binaan Pemerintah Kabupaten/Pemkab Gresik. Khususnya pelaku UMKM  sektor kerajinan dan pangan. Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan Kota Surabaya, Wiwiek Widayati, menyatakan, pemerintah terus berupaya memberikan pelayanan dan pembinaan terbaik untuk masyarakat.

Berbagai materi yang diberikan oleh narasumber antara lain, Kredit Usaha Rakyat (KUR) oleh Donny dari Bank Nasional Indonesia (BNI), Aplikasi Pencatatan Informasi Keuangan oleh Akhmad Jaeroni dari Bank Indonesia, Hak Kekayaan Intelektual (HKI), Pengembangan Produk dari Go Food dan Online Marketing disampaikan oleh narasumber dari IDEA.

Selain materi, juga dilakukan praktik strategi memasarkan produk secara online bersama tim dari beberapa marketplace ternama. Diantaranya, Tokopedia, Shopee, dan Bukalapak.

Renny Widyastuti, pelaku UMKM Mojito. (Foto/nanang)

“Saya dan teman–teman sangat senang mengikuti pelatihan ini. Kami dibina dan dibimbing serta dimasukkan dalam group. Sehingga, memudahkan kami selaku produsen untuk menjangkau konsumen,” ujar pelaku UMKM minuman segar Mojito, Renny Widyastuti.

Renny, bersama teman-temannya pelaku UMKM Surabaya. Antara lain, Habsiyah UMKM Famu Cookies, Icha Hadisah, Agus UKM Sehatea, Alex UKM Coco Frizz, Rony Rengginaz, Tumini UKM Olahan Semanggi, Anggi UMKM Sendok Kayu, Dennil UKM Puding House terpilih mengikuti program Workshop E-Smart IKM yang diadakan Kementerian Perdagangan di Hotel Luminor Surabaya. (nanang)