Tulungagung, (bisnissurabaya.com) – Berkat ketekunan dan ketelatanen, seorang ibu rumah tangga di Tulungagung mampu menciptakan bisnis baru decoupage. Bisnis potong dan tempel ini di pasarkan melalui media online yang mampu meraup keuntungan belasan juta per bulan.

Memanfaatkan bagian teras depan rumah yang tak begitu luas, di Jalan Panglima Sudirman Gang 8 Kelurahan Kepatihan Tulungagung, Retno Sarilita, membuat aneka kerajinan decoupage atau seni memotong dan menempel tissue. Meski kerajinan decoupage, sepintas membuatnya terlalu rumit, namun berkat ketekunan dan ketelatenannya usaha tersebut kini membuahkan hasil.

Untuk membuat kerajinan decoupage ini, Retno, memanfaatkan media dari bahan anyaman daun pandan, kayu, kaleng, plastik dan kaca atau bahan sesuai dengan permintaan dari pemesan. Untuk menyelesaikan sebuah kerajinan decoupage, mulai dari memotong napkin hingga proses akhir mengolesi varnsih pada permukaan media yang tertempel napkin, membutuhkan waktu tidak lebih dari 1 jam.

Untuk media yang akan dibuat kerajinan decoupage, biasanya dibeli Retno, dalam bentuk jadi  berupa tas, dompet, sandal, sepatu wanita, piring dan telonan. Sehingga, saat membuat salah kerajinan decoupage, Retno, tinggal menyesuaikan corak dan motif napkin yang diinginkan atau sesuai keinginan pemesan.

Dari aneka macam kerajinan decoupage yang dibuat Retno, seluruhnya di pasarkan melalui media online dan pemesannya dari berbagi kota di Pulau Jawa. Seperti Surabaya, Malang, Jember, Solo, Semarang, Yogyakarta, Jakarta dan sekitar Kabupaten Tulungagung.

Di pasaran online, sebuah tas wanita oleh Retno, dijual seharga Rp 135.000 hingga Rp 200.000. Sepatu wanita seharga Rp 155.000 per pasang, sandal slop di jual seharga Rp 75.000 per pasang  dan dompet dijual dengan Rp 25.000 hingga Rp 75.000 per buah. Perajin Kerajinan Decoupage, Retno Sarilita, mengatakan, dari banyaknya pesanan yang paling banyak di pesan aneka macam tas wanita berbahan anyaman daun pandan dan rata-rata setiap bulannya mendapat pesanan 30 hingga 50 buah.

Banyak pesanan dari pelanggannya, memaksa Retno, merekrut ibu rumah tangga di sekitar rumahnya. Dari usahanya ini, Retno, mampu meraup keuntungan hingga belasan juta per bulan. (khoirul/stv)