Surabaya, (bisnissurabaya.com) – Kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) non subsidi  per 1 Juli 2018 yang membebani masyarakat harus diberikan  solusi. Salah satunya, dengan menggenjot produksi industri agro di Jawa Timur/Jatim. Hal tersebut disampaikan Gubernur Jatim, Dr H Soekarwo, terkait kenaikan harga barang pasca kenaikan BBM, seusai mengikuti Sidang Paripurna di Gedung DPRD Jatim, Surabaya, Selasa (3/7) kemarin.

Jatim, kata dia, mempunyai sektor agro industri yang bisa dimanfaatkan untuk kebutuhan dalam negeri. Optimalisasi potensi ini dipastikan membantu  beaya angkut yang oleh pengusaha dibebankan kepada konsumen atau masyarakat. Dengan demikian, kenaikan BBM yang akan diikuti naiknya harga komoditas lain akan tereliminasi.

Substitusi bahan baku, lanjut Pakde Karwo-sapaan akrab Gubernur Jatim ini, sudah dibicarakan saat pertemuan dengan Mendagri dan  Gubernur se-Indonesia di Jakarta kemarin. “Misalnya, Bangka Belitung mempunyai timah dan pala yang dibutuhkan Jatim. Sedangkan Jatim memiliki beras yang dibutuhkan Bangka Belitung. Subtitusi bahan baku seperti itu, harus dilakukan agar menekan harga,” kata Pakde Karwo.

Hal tersebut, merupakankeniscayaan karena berada dalam lingkaran yang saling berhubungan dan saling mempengaruhi. “Ini masih saya rapatkan, apa-apa yang bisa kita tekan dari naiknya BBM agar tidak mempengaruhi daya beli. Kita cari faktor apa yang bisa ditekankan,” ujarnya. Jumlah UMKM yang banyak mendukung subtitusi bahan baku itu. Apalagi, 18 juta lebih tenaga kerja berada di sektor UMKM, yang bisa memaksimalkan sektor agro industri.

Pemprov Jatim, kata dia, masih mencari formula lain untuk menstabilkan harga serta menekan agar harga tak terlalu naik. Ia memahami, faktor yang membikin harga naik berasal dari bermacam-macam variable. Bukan hanya ongkos distribusi saja. Apabila nantinya diperlukan otoritas instansi lain seperti polda dan kejaksaan, maka juga akan diajak bicara.

“Kenaikan tsb harusnya tidak linear, artinya tidak semua kebutuhan harus naik. Maka harus dicari dan ditabulasi barang apa yang naik, dan upaya apa yang harus dilakukan untuk menekan harga,” ungkapnya. Pakde Karwo mentargetkan semua faktor yang mempengaruhi harga naik ini bisa segera diselesaikan. Saat ini proses tsb terus berjalan dengan harapan masyarakat tidak terlalu lama menanggung dampak kenaikan bbm. Untuk itu, Pakde Karwo juga mohon doa masyarakat agar masalah ini segera teratasi. (bw)