Lamongan, (bisnissurabaya.com) – Sejumlah siswa di Kabupaten Lamongan berhasil menciptakan minyak rambut dari bahan yang tak biasa. Yakni, dari bahan kulit jeruk yang biasa dibuang di tempat sampah. Selain ramah lingkungan minyak rambut dari bahan kulit jeruk ini dipercaya mempunyai kualitas dan menyehatkan rambut.

Ditangan Nur Luthfiyah Wahyuni, Ahmad Toha Maulana dan Elvira Anjelina, siswa kelas 11 SMA Mazra’atul Ulum Paciran, kulit buah jeruk bisa diolah menjadi minyak rambut si dulet oil.

Ide kreatif ini muncul setelah banyak penjual es jeruk peras yang membuang percuma kulit jeruk tersebut. Setelah melakukan percobaan, akhirnya ditemukan cara untuk pemanfaatan  kulit jeruk ini.

Pembuat Minyak Rambut Kulit Jeruk, Nur Lutfiyah Wahyuni, mengatakan, cara pembuatan minyak rambut dari kulit jeruk mula-mula, dengan mengambil kulit jeruk diiris tipis. Kemudian, kulit jeruk yang sudah dipotong kecil-kecil lalu dimasukkan kedalam blender untuk dihaluskan. Setelah kulit menjadi lumat, kulit jeruk tersebut disaring dengan mencampurkan beberapa bahan. Yakni, minyak atsiri, jely dan bahan lainnya. Bahan, campuran ini lalu di aduk halus dengan api kecil selama 15 menit.

Setelah cukup, sari kulit buah jeruk dituang ke wadah, kemudian ditunggu beberapa menit hingga dingin. Setelah itu, minyak rambut kulit buah jeruk siap dipakai untuk rambut lebih sehat dan mengkilap. Rencananya, temuan ketiga siswa tersebut, pihak sekolah akan mematenkan produk sekaligus memproduksi masal dalam jumlah besar.

Sementara, Kepala SMA Mazra’atul Ulum Paciran, Dewi Makiyah, minyak rambut temuan siswa ini telah dilakukan penelitian uji laboraturium, di dalam minyak rambut si dulet oil terkandung vitamin A, B1, vitamin C, dan antioksidan yang bagus untuk kesehatan rambut.

Berkat prestasi ini, karya kreatif siswa mazraatul ulum tersebut meraih juara dua di kompetisi pelajar se-Jawa Timur/Jatim dalam ajang business plan competition tahun 2018 yang diselenggarakan  Universitas Hangtuah Surabaya. (bashoir/stv)