Menjaga Tradisi Ziarah di Makam Kesultanan Pontianak

182

(bisnissurabaya.com) – Ziarah kubur tradisi yang dilakukan menjelang Idul Fitri. Khususnya bagi masyarakat Dusun Sampang Baru Desa Lingga Kecamatan Sungai Ambawang Kabupaten Kubu Raya. Setiap tahunnya mereka melakukan ziarah kubur di Makam Kesultanan Pontianak, tepatnya di Batu Layang Siantan.

Tradisi ini menjadi hal yang wajib bagi masyarakat Desa Lingga, karena ziarah ini selain mencari barokah, juga membangun rasa kebersamaan antar masyarakat. Baik anak-anak, pemuda ataupun masyarakat dewasa.

Ziarah kubur di Makam Kesultanan Pontianak juga merupakan bentuk penghormatan bagi Sultan Syarif Abdurrahman Alqadri, selaku pendiri Kota Pontianak. Karena beliau merupakan ulama besar di Pontianak.

Khuzeini, tokoh pemuda setempat. (Foto/nanang)

 

“Sudah sepatutnya kita mengenang jasa-jasa beliau dengan datang dan berziarah ke makamnya,” kata tokoh pemuda Desa Lingga, Mubassyir Qulub kepada Bisnis Surabaya Rabu (20/6) malam.

Selain mengandung nilai-nilai relegius, tradisi ini juga memiliki keunikan tersendiri. Dimana masyarakat Desa Lingga menggunakan Motor Air atau sering disebut Motor Klotok untuk menempuh perjalanan sekitar 2 jam lebih dari Desa Lingga menuju Makam Kesultanan Pontianak tersebut. Motor Air itulah yang menjadi alat tranportasi utama warga Desa Lingga ketika mau ke kota sejak 15 tahun yang lalu.

Kegiatan ziarah kubur ini juga bagian dari pengenalan siapa sebenarnya pendiri Kota Pontianak, khususnya bagi anak-anak terkait dengan sejarah Pontianak yang merupakan Ibu Kota Provinsi Kalimantan Barat.

Setelah ziarah dari batu layang kegiatan ini di lanjutkan ke Masjid Sultan Abdurrahman Kampung Dalam Pontianak untuk melakukan shalat berjamaah sekaligus belajar sejarah singkat tentang pendiri kota Pontianak ini.

“Kegiatan ini berlangsung setiap satu tahun sekali dan  jumlah sekitar 500 orang dalam satu Motor Air atau Motor Klotok dan insyaallah akan dikoordinatori oleh tokoh pemuda Sampang Baru Mubassyyir Qulub.

Tokoh Pemuda desa lainnya, Khuzeini, menambahkan, masyarakat sangat senang dan bahagia dengan agenda ini karena berkat kekompakan pemuda bisa mengakomodir keinginan masyarakat Desa Lingga.(nanang)