Hati-hati, Ada Tiga Kota di Jatim Jadi Titik Rawan Kecelakaan saat Mudik

64

Surabaya, (bisnissurabaya.com) – Libur lebaran dimulai. Karena itu, Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim) seperti tahun sebelumnya melakukan persiapan untuk menyambut arus mudik dan balik lebaran. Berbagai langkah dilakukan untuk mematangkan skenario di lapangan. Mulai rapat koordinasi, gelar pasukan, hingga pemeriksaan/check fisik kendaraan angkutan lebaran.

Namun, ada hal yang berbeda untuk pelaksanaan mudik tahun ini. Pemprov Jatim lebih mengedepankan sisi humanis dalam mempersiapkan kegiatan mudik lebaran. Hal ini dilakukan untuk memberikan rasa aman dan nyaman bagi pemudik selama kegiatan mudik berlangsung.

“Kami melakukan pendekatan baru yang lebih humanis dengan memikirkan keselamatan penumpang yang mengedepankan keamanan dan kenyamanan selama mudik,” kata Gubernur Jatim Soekarwo, kepada Bisnis Surabaya, Sabtu (9/6) pagi.

Untuk menjamin rasa aman dan memberikan rasa nyaman bagi pengguna angkutan umum selama mudik lebaran tahun ini ,Dinas Perhubungan Jawa Timur (Dishub Jatim) telah melakukan pengechekkan 3.617 unit bus lebaran.

Setiap unit telah diteliti secara cermat mulai dari keadaan ban, kaca depan, rem, klakson, safety belt, sampai air conditioner (AC). Hal ini dilakukan demi keselamatan sopir dan penumpang bus selama mudik. “Kalau di dalam bus, AC nya dingin, sopir dan penumpangnya khan tidak gampang emosi selama melakukan perjalanan,” tambah pria yang akrab disapa Pakde ini.

Walau kendaraan dalam keadaan stabil, diharapkan pengemudi tetap waspada dan saling menjaga keselamatan masing-masing. Mengingat bahaya selalu mengintai keselamatan siapapun dan kapanpun selama diperjalanan. Sementara itu, Kepala Dishub Jatim Wahid Wahyudi, menambahkan dari 3.617 bus angkutan lebaran yang sudah di ran-check sebanyak 2.800 dinyatakan tidak memenuhi syarat laik jalan.

Sarana dan prasarana jalan di wilayah Jatim sudah disiapkan untuk mengantisipasi melonjaknya kendaraan yang memanfaatkan momen liburan lebaran, termasuk keberadaan Jembatan Wilangan yang beberapa waktu yang lalu sempat berhenti operasional karena putus. Untuk kepentingan mudik, jembatan tersebut sudah diperbaiki dengan menggunakan teknologi semen cor yang bisa kering dalam 24 jam.

Pada 2018 diperkirakan ada peningkatan penumpang arus mudik sebesar 5,8 persen. karena itu Dishub Jatim sudah melakukan antisipasi persiapan sebanyak 8.500 bus, 72.000 seat kereta api, 49 kapal laut, 57 extra flight di Bandara Juanda, 3 extra fight, di Bandara Abdurahman Saleh Malang.

Selain itu Pemprov Jatim juga menyediakan sebanyak 560 unit bus untuk mudik gratis dengan tujuan kab/kota se-Jatim yang keberadaannya tersebar di berbagai tempat di Jatim. Baik di wilayah Surabaya, Pantura, Matraman, Malang Raya maupun di wilayah Besuki dan Banyuwangi.

Disela- sela kegiatan apel siaga dan gelar pasukan di halaman Dishub Jatim Jalan Achmad Yani Surabaya tersebut, Direktur Lalu Lintas Kepolisian Daerah Jawa Timur (Dirlantas Polda Jatim) Kombes Pol, Heri Wahono,SIk menyampaikan, di wilayah hukum Polda Jatim terdapat 211 pos mudik dengan kekuatan 2.650 personel yang terdiri dari Polri, Dishub, Linmas, PMI, dan lain-lain.

Sedangkan titik rawan kemacetan dan kecelakaan berada di tiga tempat. yaitu Pasuruan, Malang, dan Mengkrek Madiun. “Saya menghimbau agar pemudik sebisa mungkin menghindari jalur tersebut dan tetap menjaga kecepatan di tol minimum 60 km/jam dan maksimal 100 km/ jam,” kata perwira dengan tiga melati di pundaknya ini. (nanang)