Jenang Garut, Untungnya Manis

26

Banyuwangi,(bisnissurabaya.com) – JENANG, kuliner satu ini terasa sangat istimewa. Tak heran, jika jajanan ini banyak diburu konsumen. Meski banyak pelaku usaha jenang, namun tak semua eksis. Namun, jenang buatan wanita satu ini selalu dicari pelanggan.

Jenang “Jeng Sri” nama usahanya. Usaha jenang ini ditekuni Jeng Sri sejak tahun 2012. “Berawal dari kepepet,” ungkapnya kepada Bisnis Banyuwangi,pekan lalu. Setelah usaha sang suami dilanda bangkrut, Sri coba-coba berbisnis kuliner. Sebelum ke usaha jenang, dia sempat berjualan sempol dan usaha es buah. “Usaha jenang ini solusi saat musim hujan, ketika peminat es buah sepi,” ungkapnya.

Pilihannya tak meleset, jenang buatannnya selalu laris di segala musim. Selain murah, juga nikmat. Tak heran, jika setiap hari, gerai jenang di kawasan perempataan Dam Limo Tegaldlimo ini tak pernah sepi, bahkan sampai mengantre.

Daya tarik jenang buatan wanita asli Tegaldlimo ini, tersedia beragam varian. Ada jenang garut, jenang jagung, jenang grendul, jenang sumsum, jenang kacang hijau, ketan hitam dan mutiara.

Jenang garut dan jenang jagung ini menjadi favorit pelanggan, karena tak ada di tempat lain. Disajikan dengan sirup gula dan santan kelapa. Pembeli bisa memilih sesuai selera. Namun, rata-rata dalam satu porsi, berisi campuran segala varian, sehingga rasanya lebih menggoda. Harganya murah,hanya  Rp 4.000 per porsi.

Jeng Sri meracik sendiri jenang buatannya. Proses memasak sejak pulul 04.00 pagi. Baru buka gerai pukul 07.30  sampai habis. Pelangannya tak hanya datang dari kawasan ini, tapi dari Pesanggaran, Jajag dan Muncar.

Dalam sehari, Jeng Sri mengaku bisa menghabiskan rata-rata 200 porsi. “Jika ada pesanan bisa lebih,” ungkapnya. Dari usaha ini Jeng Sri mengaku mendapat untung lumayan. Dirinya selalu berupaya menjaga mutu dan rasa. Sehingga pelanggan selalu kembali. (tin)