Performa Bank Jatim 2017, Lebih Bagus

87

(bisnissurabaya.com) – Meski kondisi ekonomi Indonesia secara menyeluruh belum menunjukkan gelagat membaik bagi bisnis  perbankan, juga rendahnya  greget berinvestasi sepanjang tahun 2017, memicu  dampak  signifikan bagi dunia bisnis. Kendala ini justru tidak memberikan pengaruh bagi Bank Jatim. Bahkan R Soeroso, Dirut  Bank Jatim mengatakan, sepanajng tahun 2017, kinerja keuangan Bank Jatim  atau PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk, justru menunjukkan performa positif dan lebih baik dibanding tahun 2016. (YoY).

Mengacu pada  laporan keuangan tahun buku 2017, aset  yang dimiliki Bank Jatim mencapa Rp51,52 triliun atau berkembang menjadi  19,72 persen dan laba bersih Bank Jatim  mencatat angka  Rp1,15 triliun atau tumbuh di angka 12,76 persen (YoY).

“Dana pihak ketiga (DPK) Bank Jatim mampu tumbuh luar biasa sepanjang 2017 dengan mencatatkan pertumbuhan  mencapai 21,48 persen (YoY) atau sebesar Rp39,84 triliun. Artinya pertumbuhan DPK ini merupakan indikasi  semakin meningkatnya  kepercayaan masyarakat pada Bank Jatim. Hal Ini dibuktikan  pada 2017,   Bank Jatim mampu mencatakan CASA rasio sebesar 69, 89 persen,” Kata R.Soeroso, Dirut Bank Jatim(27/1) .

Sektor konsumtif masih mendominasi pertumbuhan kredit Bank Jatim di 2017  dengan angka  pertumbuhan 7,01 persen(YoY) atau sekitar Rp31,75 triliuan. Sekaligus memberikan kontribusi tertinggi sepanjang 2017, yakni sebesasr  Rp22,29 triliun atau tumbuh 12,42 persen (YoY),  ini sekaligus meningkatkan rasio keuangan Bank Jatim lebih baik dari tahun sebelumnya.

Masih menurut R.Soeroso, rasioReturn on Equity (ROE) sebesar 17,43 persen,  Net Interest Margin (NIM) 6,68 persen, Return On Asset (ROA) di angka 3,12 persen serta BOPO 68,63 persen.  Sepanjang 2017, Bank Jatim mampu membukukan harga saham tertinggi sejak IPO 2012,  (BJTM) di harga Rp840/lembar (April 2017). Pertumbuhan harga saham BJTM ini mencapai 17,06 persen  meski di penghujung 2017 ditutup pada level Rp710/lembar saham.(nora)