Surabaya,(bisnissurabaya.com) – Dualisme Asosiasi Perusahaan Bongkar Muat Indonesia/APBMI Jawa Timur (Jatim) terus menggelinding. Buktinya, kubu Capt Priyanto, menggelar Musyawarah Wilayah (Muswil) III Cabang IX APBMI, akhirnya memilih Capt Hariyanto, sebagai Ketua Umum APBMI Jatim periode 2018-2023. Sedangkan kubu Ketua Umum APBMI Jatim, Kody Lamahayu Fredy, melaporkan panitia Muswil ke Polrestabes Surabaya.

Karena itu, jalannya Muswil III APBMI Jatim, Selasa (30/1) kemarin banyak dihadiri polisi yang berpakaian preman. Meski demikian, Muswil APBMI Jatim, berhasil memilih Ketua Umum APBMI Jatim Capt Hariyanto, secara aklamasi. Terhadap pemilihan itu,  Ketua Umum APBMI Jatim, Kody Lamahayu Fredy, menyebut pemilihan itu illegal.

Capt Haryono

‘’Kami pengurus yang syah karena memiliki Ketua Umum DPP APBMI, Sodik Harjono yang terpilih dalam Munaslub 2014 lalu. Pak Prijanto, sendiri ditunjuk sebagai pengurus pusat,’’ kata Kody, di sekretariat APBMI Jatim, Selasa (29/1) sore. Ia menjelaskan, berdasarkan peraturan dan AD/ART kepengurusan asosiasi kepelabuhanan dalam hal ini APBMI Jatim ada satu. Bukan dua.

Yang ada adalah perkumpulan bongkar muat. Bahkan, saat melapor ke Polsek Genteng pun panitia muswil kubu Prijanto, menyebut perkumpulan perusahaan bongkar muat. ‘’Tapi kenapa berubah menjadi Muswil APBMI. Ini namanya muswil2-an alias abal-abal,’’ tanya Kody, dengan nada tinggi. Karena itu, pihaknya resmi mengadukan panitia ke Polrestabes Surabaya Senin (29/1).

Kody Lamahayu Fredy

Meski demikian, kubu Kody, tak merisaukan kehadiran Capt Hariyanto, pengganti Capt Prijanto, yang dianggap illegal. Sebab, mulai 1 Maret mendatang pihak sudah membuat perjanjian dengan instansi terkait apabila ada perusahaan yang tidak sesuai AD/ART atau menjadi anggota APBMI Jatim yang resmi tidak akan dilayani apabila mengurus tenaga kerja bongkar muat/TKBM. Intinya, apabila ada perusahaan bongkar muat yang tidak jadi anggota APBMI tidak aka dilayani.

‘’Jadi, tidak akan diberikan TKBM oleh Koperasi TKBM,’’ kilahnya, sambil menjelaskan pihak telah dua kali memenangkan gugatan di pengadilan. Meski ada dualisme kepemimpinan APBMI Jatim, kubu Kody, mempersiapkan tunjangan dan kenaikan upah buruh berkisar 8,6 % – 8,7 % yang dalam waktu dekat segera diberlakukan.

Capt Prijanto

Sementara itu, kubu Capt Prijanto, menyatakan, masa kepemimpinannya sebagai Ketua APBMI Jatim, selama 5 tahun telah berakhir. ‘’Karena berakhir, saya harus menyelenggarakan Muswil APBMI. Anggota yang hadir juga ada dari pihak seberang,’’ ujar Prijanto. Karena itu, pihaknya tetap yakin Muswil APBMI yang digelar ini syah karena sesuai AD/ART. Buktinya, Capt Hariyanto, terpilih secara aklamasi dalam muswil. (bw)