Surabaya,(bisnissurabaya.com) – Skill atau kemampuan menjadi tolak ukur dunia kerja. Terutama bagi siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Kompetensi siswa berperan meningkatkan profesionalitas mereka saat terjun langsung dalam lingkup dunia kerja kelak. Peduli dengan kualitas pendidikan SMK, Universitas Widya Kartika (Uwika) Surabaya turut berpartisipasi menjadi tuan rumah Lomba Kompetensi Keahlian Siswa (LKS) Bidang Akuntansi untuk SMK swasta se-Surabaya, Kamis (25/1).

Lomba tersebut diikuti puluhan siswa SMK. Acara yang dibuka Kadispendik Jawa Timur (Jatim), Sukaryantho, bertujuan untuk mengukur capaian kemampuan siswa dan lembaga SMK. Kompetensi siswa merupakan sebuah tuntutan dunia profesional, kebijakan pemerintah terkait SMK mutlak harus dilaksanakan sebaik – baiknya di lapangan, agar memadai dan setara dengan kompetensi global.

“Kalau anak semakin diberi ruang untuk kompetisi, akan mengukur kemampuan sesuai standar siswa dan managemen sekolah,” kata Sukaryantho. Meski baru 2018 ini dilaksanakan, pihaknya mengapresiasi pelaksanaan LKS yang digelar Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) Surabaya bekerjasama dengan Dinas Pendidikan Provinsi Jatim ini.

Dalam kesempatan yang sama, Rektor Uwika, Prof Dr Murphin J Sembiring, M.Si mengungkapkan SMK memiliki peran penting untuk pemerataan daya saing dan perekonomian di Jatim. “Saya senang bisa memfasilitasi LKS akuntansi, sehingga betul – betul terdorong mengarah ke kompetensi,” jelas Murphin. Selain tempat, Uwika juga memfasilitasi materi soal hingga penjurian untuk LKS Akuntansi perdana ini. Perguruan tinggi baik swasta maupun negeri diharapkan melakukan hal senada untuk mendampingi siswa SMK.

“Perguruan tinggi harus ikut. Memang kegelisahan saya terhadap SMK di Jatim ini bagaimana kita memaksa murid memiliki kompetensi, sementara banyak guru yang tidak kompeten,” tegasnya. Ia menyatakan, masa depan ekonomi Indonesia berada di kelompok kelas menengah, dan jembatan yang nyata adalah pendidikan. Yang paling tepat saat ini adalah SMK, karena jangka waktunya tidak panjang. Kalangan ekonomi menengah ke bawahpun masih bisa menjangkau.

“Anak – anak ini kita harapkan mampu membuka usaha baru yakni bidang industri kreatif. Sehingga kesenjangan ekonomi bisa menyempit dan berdampak lebih luas, yaitu kesejahteraan,” ujarnya. Dalam perkembangannya, siswa SMK mendapat perhatian khusus dari seluruh stake holder, mulai pemerintah, masyarakat, perguruan tinggi, dunia usaha serta industri.

Karena itu, perlu disatukan kualitas atau mutu mereka melalui LKS. Materi yang dilombakan bersifat umum, untuk saat ini kurang lebih sebanyak 13 bidang lomba. Seperti administrasi perkantoran, web design, design grafis, akuntansi, dan net working. Setiap bidang memiliki penanggung jawab dari sekolah yang ditunjuk oleh MKKS.

“Mungkin kedepan bisa dirubah menjadi lomba siap kerja, jadi fokus. Pada perkembangannya nanti, bisa jadi materi yang dilombakan sesuai permintaan dari stake holder, sehingga yang mengikuti lomba adalah siswa yang siap diambil perusahaan,” tambah Ketua MKKS Surabaya, Akhmad Fauzi.

Fauzi menambahkan, MKKS tidak akan diam begitu saja dan berusaha melakukan komunikasi dengan perusahaan – perusahaan, bahwa SMK memiliki calon tenaga kerja yang memang siap dan bermutu. “Untuk kegiatan LKS ini saya mohon dukungan, karena tanpa dukungan tidak akan bisa,” sambungnya. (lely)