Berkah di Musim Pilkada

69

(bisnissurabaya.com) – Proses demokrasi seperti pemilihan kepala daerah (Pilkada) menjadi berkah bagi pengusaha percetakan. Banyak pebisnis percetakan berharap dapat bagian pekerjaan pembuatan alat peraga kampanye. Baik berupa baliho, spanduk kaos, topi, mug, kalender,  kartu nama, pin, ballpoint, payung, stiker dan lain-lain.

Lalu bagaimana prospek usaha percetakan di musim Pilkada 2018 ini? Berikut wawancara dengan pengusaha percetakan, Imam Budi Utomo :

Bisnis Surabaya : Bagaimana  prospek pengusaha percetakan pada musim pilkada khusunya di Jawa Timur (Jatim) ?

Imam Budi Utomo : Terbitnya Peraturan KPU Nomor 12 Tahun 2016 yang mengatur tentang pembuatan alat peraga kampanye oleh KPU, cenderung merugikan pengusaha karena pelaksanaannya sering menggunakan sistim penunjukkan yang kurang  transparan. Padahal, pengusaha menginginkan pengadaan dilakukan dengan sistim lelang terbuka yang transparan.

Bisnis Surabaya : Tujuan Peraturan KPU kan justru untuk menjamin kesetaraan dan keadilan ?

Imam Budi Utomo : Jangan atas nama kesetaraan akhirnya merugikan pengusaha. Logikanya begini, setiap bakal calon kepala daerah atau tim kampanye, biasanya punya rekanan pengusaha percetakan. Jika KPU bijaksana, seharusnya memberikan kewenangan kepada calon kepala daerah untuk mencetak sendiri alat peraga kampanye yang didanai oleh KPU minimal 30 persen dari kuota.

Bisnis Surabaya : Sesuai peraturan KPU, Ini kan memang salah satu kewenangan KPU ?

Imam Budi Utomo : KPU akhirnya jadi seperti Dewa. Ingat nantinya KPU disibukkan oleh persoalan penyediaan alat peraga kampanye dan distribusi saja. Padahal banyak tahapan lain yang tak kalah penting menjadi tugas KPU. Saya juga berharap agar lembaga yang terkait seperti BPK aktif melakukan pengawasan. Terutama melakukan cross chechek antara mutu dan harga barang.

Bisnis Surabaya : Pengusaha kan bisa mendapat order dari calon untuk pembuatan alat peraga kampanye yang lain ?

Imam Budi Utomo : Memang itu juga yang diharapkan oleh pengusaha. Kami tetap ingin dilibatkan dalam pengadaan  kaos, topi, mug, kalender, kartu nama, pin, ballpoint, payung; dan stiker seperti 5 tahun yang lalu.

Bisnis Surabaya : Terus Pilgub  Jatim 2018 prospek untuk anda sendiri  bagaimana ?

Imam Budi Utomo : saya sudah lama bermain dibisnis percetakan. Rekanan saya juga banyak dari instansi sipil dan militer seperti KODAM V Brawijaya, marinir, garnisun Surabaya juga dari calon legislatif dan calon kepala daerah. Walaupun prihatin  saya kondisi pilgub tahun ini saya tetap optimis seperti 5 tahun yang lalu, pada pilgub kemarin saya dan teman-teman pengusaha terlibat. Alhamdulilah, saya sendiri bisa mendapat keuntungan sampai puluhan juta. (nanang)