Surabaya,(bisnissurabaya.com) – Pentas politik telah bergulir. Pesta rakyat merayakan demokrasi melalui Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pemilukada) sudah di depan mata. Semangat KPU untuk memberikan rasa keadilan kepada pasangan calon kepala daerah dan calon anggota legislatif dalam pembuatan dan distribusi alat peraga kampanye, seperti banner dan baliho pada tahapan sosialisasi sebagaimana yang diatur dalam peraturan KPU, perlu diapresiasi. Tapi jangan sampai kemudian kepentingan produsen alat peraga menjadi   terabaikan.

“Tender di KPU harus dilakukan terbuka, supaya pengusaha kecil bisa mengakses,”  kata Daniel Rohi kepada Bisnis Surabaya. Distribusi dan pemasangan  alat peraga kampanye oleh KPU memang membawa dampak yang lebih baik karena dilakukan dengan tertata sesuai seni dan estetika, tapi, semuanya harus tetap juga memperhatikan jumlah penduduk sebagai acuan jumlah pemilih, contohnya Surabaya. Dengan jumlah pemilih yang besar seharusnya jumlah alat peraga kampanye lebih banyak.

“Peserta pemilu atau tim kampanye kepala daerah seharusnya ikut mengawasi proses pembuatan distribusi alat peraga kampanye, berapa jumlah yang dicetak dan berapa jumlah yang dipasang,” jelas Daniel Rohi yang juga Ketua Persatuan Intlegensia Kristen Indonesia JawaTimur ini.

Selain melalui banner dan baliho yang dicetak KPU sesungguhnya pasangan calon dan  tim kampanye  dapat memanfaatkan kemajuan teknologi informasi sebagai media kampanye, sehingga dapat memotong biaya kampanye yang terbilang cukup tinggi yaitu sekitar Rp 30 miliar.

Seharusnya tim kampanye lebih fokus pada kampanye digital, mereka harus intens jemput bola dengan dialog dan dan mengupload program yang ditawarkan lewat Facebook, Whatssap, dan Instagram, karena lebih luas, lebih cepat dan lebih murah. “Memang kampanye lewat media sosial seperti ini lebih efektif di kota besar, sementara di pedesaan  masih cenderung menggunakan sistem konvensional,” tambah Insinyur Profesional Madya tersebut.

Partisipasi publik dalam kampanye  yang ditunjukkan oleh para pendukung pasangan calon dan simpatisan partai dengan mencetak sendiri alat peraga kampanye seperti kaos, sticker, dan kalender merupakan indikasi yang baikuntuk iklim demokrasi. (nanang)