Gresik,(bisnissurabaya.com) – Datangnya  kematian adalah rahasia Tuhan.  Waktunya  tidak ada yang mengetahuinya. Seperti yang dialami  Suwarsono (54), keluarganya tidak menyangka pemimpin rumah tangga ini akan pergi untuk selamanya.

Sumarsono tercatat ikut program BPJS Ketenagakerjaan. Mendapati peristiwa semacam ini Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan Gresik menyerahkan santunan. Yaitu santunan  Jaminan Kematian (JKM) kepada ahli waris Sumarsono, di Jl. Samarinda No.8 GKB Gresik, Jumat (19/1).

Bantuan tersebut meliputi klaim JHT, JP dan JKM dari BPJS Ketenagakerjaan Cabang Gresik. Sumarsono meninggal karena sakit,  dan ikut  peserta jaminan. Dia merupakan karyawan PT Suzuki Finance Indonesia.

Kepala Bidang Pelayanan BPJS Ketenagakerjaan Gresik, Dini Mulyani, mengatakan pemberian santunan tersebut merupakan bentuk komitmen dan layanan yang diberikan kantornya. Dan manajemennya akan  terus meningkatkan pelayanan sebagai hak peserta  BPJS Ketenagakerjaan.

Total bantuan yang diserahkan sebanyak Rp 309.224.032,- yang diterima oleh ahli waris almarhum Suwarsono,  Sri Purwantini (50). Dengan rincian JHT sebanyak Rp 273.224.032,- JKM Rp 24.000.000,- , Beasiswa Rp 12.000.000,- dan JP Rp 567.369,- diberikan secara berkala.

“Semoga, bantuan yang diberikan ini dapat dimanfaatkan pihak keluarga dengan sebaik-baiknya. Terutama sekali untuk  keperluan anak-anak dan kebutuhan sehari-hari,” jelas Dini. Suasana haru tampak merebak dalam acara penyerahan itu.

Dalam acara penyerahan batuan itu,   Sri Purwantini masih belum menyangka akan kepergian sang suami yang mendadak. Kesedihan masih terpancar di wajahnya.

Dan menurutnya dana yang diperoleh selanjutnya akan digunakan sebagai biaya pendidikan anak Dan sebagian akan dipergunakan unutk pengembangan kursus Bahasa Inggris yang telah dirintisnya.

“Terimakasih BPJS Ketenagakerjaan atas pemberian santunan kematian suami saya,  bantuan ini sangat bermanfaat bagi kami keluarga yang ditinggalkan ,” ujar Sri Purwantini. (sam)