(bisnissurabaya.com) – Kue dengan hiasan foto/edible foto cake yang dapat dimakan sedang marak. Sebab edibel image sendiri adalah kertas gula bergambar yang aman dan layak serta halal dikonsumsi. Fenomena ini melandasi Yani, menggeluti usaha dibidang pembuatan cake edibel coklat.

Aktivitas penjualan coklat dan edible terinspirasi peristiwa 7 tahun yang lalu. Saat itu, Budi Priyanto, suaminya yang bekerja di sebuah hotel mengalami pemutusan hubungan kerja/PHK. Kejadian PHK ini sangat memukul perokonomian keluarga. Untuk mengatasi keadaan dan menopang kebutuhan keluarga, Yani, memutuskan untuk membantu suami berjualan sayur – sayuran  di pasar.

Saat ramadhan Yani, berjualan coklat yang dititipkan di toko-toko, coklat buatan Yani pun laris manis. Hingga suatu hari Yani, terinspirasi membuat edible cake setelah  menemukan gambar dan berita edible cake di internet.

“Saya belajar pembuatan gambar desain dari suami untuk diaplikasikan menjadi gambar edible yang ditempel di cake,“ kata Yani, kepada Bisnis Surabaya pekan lalu. Kemudian, Yani, berinisiatif untuk memposting foto cake edible buatannya di facebook. Dalam waktu yang tidak terlalu lama Yani, mendapatkan pesanan pertama dari Batam dan Praya Lombok Tengah.

Mereka memesan cake edible dengan coklat gambar foto untuk perayaan ulang tahun anaknya. Cake edibel buatan Yani, bisa sampai ke Batam dan Praya dengan kondisi bagus dan tak meleleh. “Waktu itu perasaan saya campur aduk antara senang dan bingung, saya bingung bagaimana cara mengemas barang sampai ketujuan dan tidak leleh,“ jelas Yani, yang juga alumni SMK Prapanca.

Saat ini, usaha Yani, sudah memasuki tahun ke-7. Usahanya berkembang pesat dan omzetnya mencapai Rp 20 juta per bulan. Cake edible miliknya yang harganya Rp 50.000 sampai Rp 500.000 laris manis. Dia berharap kelak dapat memiliki toko kue sendiri. (nanang)