Minuman Baru di Kampung Lawas

94

(bisnissurabaya.com) – Mempertahankan keberadaan suatu kampung dengan berbagai keunikannya  bukan perkara mudah. Apalagi saat ini banyak terjadi pembongkaran bangunan cagar budaya dilakukan atas nama pembangunan. Kampung lawas Maspati salah satu kampung wisata berbasis keunikan budaya dan peninggalan masa lalu.

Banyak yang bisa dijumpai di kampung lawas Maspati. Antara lain, bangunan kuno seperti rumah Sumihardjo, Sekolah Ongko Loro, Pesarean Mbah Buyut Suruh. Selain itu, bisa disaksikan aneka pertunjukan dolanan lawas. Seperti dakon, engkle, bekel, lompat karet, dan  teklek,  serta pertunjukan musik patrol dan fasilitas ojek ontel.

Berbagai minuman tempo dulu dengan cita rasa baru seperti es geronjong, temulawak kunyit putih (Wak Kunti), sari belimbing, Africa lemon, pisang karet kolang kaling (Sangkaling) juga bisa kita nikmati disana. Adalah  Suistri yang akrab disapa Ibu Andik yang memproduksi aneka minuman herbal khas kampung Maspati, ini memanfaatkan  potensi aneka tanaman yang tumbuh di pelataran rumahnya.

Es geronjong adalah satu minuman tempo dulu yang diproduksi kembali dengan citarasa berbeda dan menggunakan bahan sehat. Kalau dulu es geronjong menggunakan bahan kimia citrunzuur, Suistri hanya menggunakan campuran bahan kayu secang, bunga rosella, dan rendaman jeruk nipis.

“ Minuman afrika lemon banyak diburu orang untuk diet dan menyembuhkan penyakit batuk. Sedangkan minuman karet kerbau dibeli orang untuk menuntaskan penyakit diabetes,” kata Suistri, kepada Bisnis Surabaya.

Dari berjualan es geronjong yang harganya Rp 6000, minuman karet kebo Rp 10.000, Afrika lemon Rp 10.000, wak kunti Rp 8.000, sari kersen Rp 8.000, dan belimbing Rp 10.000 Suistri mampu mendulang omzet sampai Rp 3 juta per bulan. Dukungan Pemerintah Kota/Pemkot Surabaya melalui program Pahlawan Ekonomi yang sudah dijalani sekitar 3 tahun ini sangat dirasakan manfaatnya, termasuk pelajaran tentang pengembangan varian baru.

 “Saya juga ingin mengembangkan jenis makanan baru yaitu dadar jagung plus belimbing dan urap-urap daun kersen,’’ ungkap Suistri penuh harap. (nanang)