(bisnissurabaya.com) – Keluarga adalah harta yang terindah. Begitu kata-kata bijak yang sering terdengar dalam kehidupan sehari-hari. Petuah ini mengingatkan kita betapa pentingnya ikatan kekeluargaan. Adalah Elly Witarti Ningsih, salah satu perempuan dari berjuta wanita di Indonesia yang punya keinginan kuat untuk membahagiakan keluarganya.

Ibu dua anak (Arel Al Fajar dan Aurel Az Zahro) yang dilahirkan di Sumenep, 18 Mei 1980 ini bertekad memperjuangkan kedua anaknya untuk meraih kebahagiaan. Untuk memperjuangkan kebahagiaan anaknya tersebut, Elly, minta izin kepada suaminya untuk bekerja berjualan makanan kue dan jajanan kering.

Iwan sang suami yang juga takmir masjid ini tidak mengiyakan dan juga tidak melarang keinginan istrinya. Elly-pun memulai usaha dengan membeli makanan di agen makanan Jalan Kapasan dan mengemasnya kembali dalam wadah plastic rentengan kecil.

Ketika Dinas Perindustrian Dan Perdagangan (DISPERINDAG) Kota Surabaya mengumumkan mengadakan program pembinaan dan pelatihan, Elly pun ikut pelatihan membuat makanan dan minuman. Dibawah bimbingan DISPERINDAG dia memproduksi minuman kunyit asam. Hasil produknya kemudian dititipkan dibeberapa toko.

“Pada awal usaha, semuanya terasa berat, minuman yang saya buat sering tidak habis. Sebulan pernah hanya dapat Rp 100.000,’’ kata Elly, kepada Bisnis Surabaya, pekan lalu. Pernah dia mencoba memproduksi minuman ekstrak seperti sari jahe dan sari temulawak, tetapi penjualan produk tersebut sangat lambat sekali.

Sekarang varian produk makanan dan minuman buatan Elly, bertambah banyak. Ada kue lidah kucing kemangi jeruk (kemaruk), minuman pudding sedot (pudot), minuman kunyit asam, minuman serai jeruk, dan sirup belimbing wuluh.

Awal 2015, Elly ikut program Pahlawan Ekonomi (PE) yang digagas oleh Walikota Surabaya Tri Rismaharini. Disana dia berkenalan dengan banyak pelaku usaha kecil menegah lainnya. Kemudian pada 2016 dia sudah lepas dari program pendampingan yang diadakan Dinas Tanaga Kerja (DISNAKER) Kota Surabaya. Sejak itu, dia memilih fokus aktif di program PE khusunya ditata rupa.

Dibawah bendera UKM Restu Ananda, Elly, memasarkan produknya melalui online. Seperti whatssap, facebook, dan instagram dan juga secara offline dititipkan di sentra UKM  dan toko makanan.

Omzet penjualan yang berhasil dibukukan Elly pun mampu menembus angka rata-rata Rp 10 juta setiap bulannya. Dan akhirnya bisa mewujudkan keinginannya untuk membahagiakan anak- anaknya. Dia membeli asuransi pendidikan dan asuransi kesehatan  yang bisa mencover penyakit  dalam untuk keluarganya.

“Saya juga ingin membahagiakan ibu dan tidak lupa memberi beliau uang,’’ kata Elly dengan mata berkaca-kaca. Selain rajin mengikuti kegiatan roadshow di Kecamatan Genteng sesuai permintaan pihak kecamatan, Elly juga aktif diberbagai organisasi usaha kecil menengah (UKM). Seperti Asosiasi Makanan Jawa Timur (AMJ), Best Kreatif UKM Surabaya (BKUS) diikuti oleh Elly.

“Waktu roadshow di kecamatan, Walikota Risma  mendatangi stand miliknya. Beliau menyarankan agar menemui bu Elly di pemkot untuk menitipkan barang di sana,“ jelas Elly, kepada Bisnis Surabaya.

Salah satu keinginan Elly, kedepan adalah mengembangkan varian kue lidah kucing yang sudah ada. Yaitu, original, keju, dan green tea serta menambah varian semanggi  dan varian kelor. (nanang)