(bisnissurabaya.com) – Maraknya pengidap kanker paru-paru menjadi penyebab kematian terbanyak baik bagi laki-laki maupun perempuan. Sebagai bentuk kepedulian, mahasiswa Fakultas Ilmu Komunikasi (FIKOM) Universitas Dr. Soetomo mengadakan sosialisasi melalui talkshow bertema “Perangi Kanker Paru -paru dengan Cara Kenali Gejala dan Pencegahannya Sejak Dini,” di Marvell City Surabaya, Kamis (18/1) lalu.

Kegiatan bertajuk We Care We Share ini melibatkan dr. Lolita, yaitu salah satu dokter dari Dinas Kesehatan kota Surabaya dan Nina Yusab, seorang pegiat diet keto. Diet ini merupakan salah satu diet untuk memperlambat pertumbuhan sel kanker.

Menurut dr. Lolita, kanker paru – paru adalah terjadinya kerusakan pada sel paru – paru. Penyebab masing – masing tipe kanker berbeda, secara medis sampai sekarang belum ditemukan dengan pasti. Deteksi dini yang bisa dilakukan yaitu dengan mencari faktor resikonya.

“Saran saya adalah screening gejala, namun nanti juga ujung – ujungnya terlambat. Kalau sudah batuk, sesak nafas, batuk darah, nyeri, itu sebenarnya tumornya sudah ada,” terang dr. Lolita. Namun, ada beberapa upaya pencegahan disarankan oleh dr. Lolita, yaitu hindari rokok.

Menurut beberapa penelitian, rokok merupakan penyebab utama terjadinya kanker paru – paru (85 persen – 90 persen). Paling tidak, jika merokok sudah menjadi kebiasaan, mulai sekarang harus ada kemauan untuk berhenti merokok. Perlu diingat, jangan dialihkan ke vapor atau rokok lainnya, karena baik rokok atau vapor memiliki resiko yang sama.

“Memang kalau berhenti langsung tidak bisa, pelan – pelan tapi pasti. Alihkan kegiatan yang positif,” paparnya. Kebanyakan orang menggunakan rokok untuk meningkatkan rasa percaya diri atau menghilangkan stress, padahal faktornya bukan karena tidak merokok tapi akibat tidak bisa mengendalikan emosi, salah satu upaya adalah mendekatkan diri pada Tuhan untuk menghindari stress.

“Kita harus meningkatkan kemampuan diri. Kalau sudah kecanduan pastinya perlu direhabilitasi, dan bisa dilakukan di rumah dengan cara menurunkan dosisnya pelan – pelan,” imbuh dr. Lolita.

Event yang berlangsung di lantai 3 Marvell City mall ini bukan hanya menampilkan talkshow melainkan juga pameran poster hasil karya lomba dengan tema kesehatan paru-paru.

Selain dihadiri para mahasiswa internal kampus, mahasiswa eksternal dan para siswa SMA juga turut hadir dalam kegiatan talkshow we care we share. Bukan hanya menjadi penonton, sebagian pelajar SMA juga ikut andil dalam meramaikan kegiatan yakni dengan menyayikan beberapa lagu di sela-sela talkshow.

Ketua Panitia Penyelenggara, Firnanda Alta, menyampaikan tujuan kegiatan ini sebagai wujud kepedulian mahasiswa terhadap banyaknya sifat acuh masyarakat terhadap penyakit kanker paru-paru. (lely)