Mengemas Semanggi Kering lalu Menjualnya Secara Online

(bisnissurabaya,com) – Siapa tak kenal semanggi Suroboyo. Makanan khas arek-arek Suroboyo ini terdiri dari sayuran semanggi yang disiram bumbu kacang dan dilengkapi dengan kerupuk puli ini keberadaannya sangat populer di masyarakat. Semanggi ini melengkapi makanan asli Surabaya lainnya, seperti  rujak cingur dan lontong balap.

Keluarga Aminah, yang tinggal di Sawo no 17 RT 2 RW 2 Kelurahan Beringin Kecamatan Sambikerep Surabaya ini merupakan keluarga yang menekuni usaha produksi semanggi. Mulai neneknya, kemudian diteruskan ibunya sampai dirinya semuanya berjualan semanggi.

Pada awalnya Aminah, berjualan semanggi dan jamur tiram. Dia berjualan semanggi dengan harga Rp 12.000 per porsi. Namun, sejak 2011 dia fokus hanya berjualan semanggi. “Tahun 2011 saya gabung di Pahlawan Ekonomi (PE) untuk menambah ilmu. Mentor saya di PE inilah yang meyakinkan saya untuk mengembangkan bisnis semanggi,” kata Aminah kepada Bisnis Surabaya, pekan lalu.

Di program PE, Aminah, tak hanya mendalami cara pengeringan semanggi yang sudah dilakoninya. Tetapi juga diajari cara mengemas semanggi kering dan menjualnya secara online.

Keyakinan Aminah untuk berusaha dibidang semanggi samakin menguat saat kegiatan launching produk semanggi miliknya dihadiri oleh Walikota Surabaya Tri Rismaharini.     “Selama ada kemauan dan siap bekerja keras, tidak ada yang tidak mungkin untuk dilakukan,“ pesan Tri Rismaharini, kepada Aminah.

Berkat kerja keras dan ketekunan dalam menjalankan usaha berjualan semanggi, kini Aminah, melalui merek dagang Selendang Semanggi dia mampu meraup omzet penjualan sebesar Rp 15 juta  sampai Rp 30 juta per bulan.

Tidak hanya itu, dia juga meraih berbagai penghargaan best of the best dari PE. Yakni, pada 2015 dan 2017.  Dan pada 10 Desember 2017 Aminah, menerima penghargaan dari Menteri Perindustrian dan PerdaganganRepublik Indonesia di Jakarta, dia juga berhak memperoleh pembinaan berupa uang modal  sebesar Rp 8.500.000.

“Alhamdulilah, semua izin  mulai dari PIRT, Halal dan Paten sudah saya penuhi,’’ kata Aminah, yang juga istri dai M Fauzi. Produk semanggi instant milik Aminah, di pasarkan dengan cara dititipkan di Siola, Pemerintah Kota, Bhek Putra, dan Sudi Mampir di Genteng, serta  melayani pembelian secara online. Semanggi  milik Aminah, sudah dikirim ke berbagai wilayah di Indonesia. Seperti Jakarta, Banten, Riau, dan Kalimantan .

“Semanggi kering dalam kemasan merupakan tombo kangen untuk orang Surabaya di  luar kota dan luar pulau,’’ ujar ibu dari Andi Muhammad Firdaus dan Hilmi Hendra Kusuma. Mempunyai resto khusus semanggi yang berada di tengah areal kebun semanggi merupakan keinginan dan impian tersendiri dari Aminah. Kedepan dia ingin mengembangkan inovasi untuk berjualan varian baru. Yaitu pentol semanggi, nugget semanggi, kerupuk semanggi dan rengginang semanggi.

 “Semoga varian ini bisa sukses seperti semanggi instant yang saya jual dalam kemasan menarik seharga Rp 50.000 untuk 6 porsi. (nanang sutrisno)