(bisnissurabaya.com) – Legowo dan sabar adalah kunci kehidupan. Sebuah kisah tentang kesabaran tergambar dari Kusnadi, SH, M Hum yang akrab dipanggil Pak Kus. Beliau adalah Ketua Dewan Pimpinan Daerah Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Jawa TImur (DPD PDI Perjuangan JATIM) yang sehari -hari  juga menjabat Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Provinsi Jawa Timur ( DPRD JATIM ).

Sebagai ketua partai di tingkat provinsi, maka  sangat wajar jika banyak pihak menginginkan dia bisa menjabat Gubernur ataupun Wakil Gubernur. Mengingat Kusnadi, bukan orang kemarin sore di organisasi politik, dia pernah menjabat wakil sekretaris mendampingi ketua YA Widodo, dan sekretaris mendampingi  ketua Sirmadji Tjondro Pragolo, sebelum menjabat  ketua DPD PDI Pejuangan Jatim.

Di DPRD Jatim, Kusnadi, terbilang kader senior,  dia menjabat anggota DPRD selama 4 periode mulai tahun 1999 sampai sekarang. Tercatat pernah menjabat sebagai ketua komisi A sebelum dia menjabat sebagai salah satu wakil ketua. Pada saat PDI Perjuangan membuka penjaringan untuk bakal calon Gubernur dan bakal calon Wakil Gubernur  Jawa Timur, Kusnadi, mendaftar sebagai bakal calon Wakil Gubernur dan berharap bisa mendampingi Syaifullah Yusuf, yang mendaftar sebagai Gubernur Jawa Timur.

Tanpa bermaksud mengecilkan kapasitas calon yang lain, Pak Kus, lebih banyak terlihat jalan bareng dengan Syaifullah Yusuf, yang akrab dipanggil Gus Ipul menghadiri berbagai kegiatan konsolidasi di Jawa Timur. Saat itu semua kader partai sudah  merasa yakin bawa Pak Kus lah yang akan direkomendasi oleh Megawati untuk mendampingi Gus Ipul.

Namun, rupanya dengan pertimbangan tertentu, Megawati akhirnya memilih Abdullah Azwar Anas, Bupati Banyuwangi sebagai bakal calon Wakil Gubernur yang akan mendampingi Gus Ipul yang rencananya akan diusung Partai Kebangkitan Bangsa dan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan.

Sampai disini Pak Kus tetap menunjukkan sikap legowo terhadap keputusan partainya, hal ini ditunjukkan dengan sikap dan gesture tubuh Pak Kus yang langsung merangkul Gus Ipul dan Mas Anas, serta mengucapkan bahwa keputusan partai harus diamankan  dan pasangan ini harus dimenangkan.

 Tidak disangka dan tidak diduga , di tengah jalan menjelang waktu  pendaftaran calon gubernur dan wakil gubernur tiba tiba Anas mundur dari pencalonan dan mengembalikan mandat pencalonan  kepada Megawati . Tentu saja ini membuat PDI Perjuangan dan PKB kalang kabut mencari pengganti Anas. Kader PDI Perjuangan di Jawa Timur berharap Pak Kus yang ditunjuk Megawati menggantikan Anas, tetapi ternyata PDI Perjuangan memilih Puti Soekarno sebagai pendamping Gus Ipul untuk maju di pemilihan kepala daerah Jawa Timur.

Walaupun tidak terpilih, Pak Kus  menunjukan sikap  loyal dan patuh kepada keputusan partainya. Dia tidak melawan apalagi menunjukkan sikap pelawanan sebagaimana yang dilakukan oleh beberapa kader partai saat tidak dicalonkan sebagai kepala daerah. Sikap bijaksana yang ditunjukkan oleh Pak Kusnadi ini menimbulkan rasa bangga kader kader PDI Perjuangan di Jawa Timur , mereka merespon dengan membentuk suatu organisasi sayap bernama Warung Pak Kus.

Warung Pak Kus pada mulanya adalah sebuah komunitas group Whatssap yang bertujuan untuk sarana komunikasi kader PDI Perjuangan yang mendukung perjuangan Pak Kusnadi di Jawa Timur. Di Restoran Koki Kita, Waru, Sidoarjo, Warung Pak Kus dideklarasikan secara resmi. Deklarasi ini dihadiri oleh ratusan kader dan beberapa  tokoh senior PDI Perjuangan Jawa Timur seperti L Soepomo,  Mat Mochtar, Nanang Sutrisno, Sigit Purnomo, Ronny Januar Aritonang, Suhadak, Tito Pradopo, dan Sumi Harsono. Dihadapan peserta yang hadir, Pak Kus menyampaikan pandangannya tentang organisasi Warung Pak Kus.

“Pertemanan kita  tidak hanya saat pilkada, karena itu walaupun bukan structural partai , Warung Pak Kus  yang keberadaanya  memiliki kejelasan afliasi  harus tetap membantu saya  mengawal kebijakan partai,” tutur Kusnadi. Disela-sela sambutannya, Mat mochtar yang juga tokoh Madura di Jawa Timur menyempatkan diri menelpon Gus Ipul  dan melakukan teleconference dihadapan peserta yang hadir.

Pada kesempatan tersebut Pak Kus juga melantik pengurus admin Warung Pak Kus,  pengurus admin terdiri dari Penasehat yaitu Kusnadi, L Soepomo, Mat Mochtar,  Baidi Batara sebagai Ketua, Rony Januar Aritonang, sebagai sekretaris, Purwoadi SH dan Nanang Sutrisno, SH ,MM ditunjuk sebagai bidang advokasi dan hukum.

“Semoga Warung Pak Kus bisa bersama sama Pak Kus dalam memperjuangkan cita cita perjuangan rakyat melalui PDI Perjuangan,” kata Baidi Batara, Ketua Warung Pak Kus, kepada Bisnis Surabaya. (nanang)