Gresik,(bisnissurabaya.com) – Kesadaran dalam pencegahan bencana, salah satunya banjir dan tanah longsor menjadi perhatian gerakan ini. Gerakan Pramuka Kwarcab Gresik melakukan upaya peduli lingkungan sehingga turut  menjauhkan dari bencana ini.

Ketua Kwarcab Gerakan Pramuka Gresik  Moh. Qosim yang juga Wakil Bupati Gresik mengajak ratusan siswa yang tergabung dalam gugus depan pangkalan SMP Negeri 2 Manyar melakukan pengeboran. Kegiatan dilaksanakan Rabu (10/01).

Pihaknya  sangat mengapresiasi gerakan pencegahan terhadap bahaya banjir, salah satunya melalui pengeboran biopori tersebut. Moh. Qosim menjelaskan  kesadaran dalam mencegah bencana memang harus ditanamkan sejak dini. Sebab peran masyarakat bersama pemerintah sangat diperlukan dalam pencegahan bencana, salah satunya melalui kegiatan-kegiatan seperti ini.

Ia pun meyakini bahwa anggota pramuka juga memiliki tugas yang tidak kalah penting dalam upaya pencegahan bencana. “Selain pemerintah dan masyarakat, Gerakan Pramuka pun memiliki kewajiban yang sama dalam rangka upaya pencegahan bencana banjir,” tandas Ketua Kwarcab Pramuka Gresik ini.

Setidaknya mereka menargetkan untuk membuat 900 lubang resapan biopori berdiameter 12 cm dan kedalaman 1 meter menggunakan alat bor sederhana. Lokasi lubang ini akan dipilih di berbagai tempat.

Seperti diketahui  lubang resapan biopori tersebut berfungsi sebagai lubang penyimpanan air dalam tanah. Sehingga mampu menyimpan ketersediaan air yang dibutuhkan saat terjadinya musim kemarau. Selain itu   10 lubang resapan biopori yang setara dengan 1 sumur resapan yang berdiameter 1 meter dengan kedalaman 1 meter tersebut juga berfungsi lain. Yaitu sebagai upaya untuk mencegah bahaya banjir dan tanah longsor.

Dalam kegiatan yang bertajuk ‘Penyelamatan Bumi Melalui Gerakan 1 Juta Biopori’ tersebut juga dihadiri oleh Ketua Harian Kwarda Gerakan Pramuka Provinsi Jawa Timur Drs. H. AR Purmadi. AR Purmadi mengatakan  kegiatan semacam ini   dalam rangka mendukung gerakan sejuta lubang resapan biopori. Gerakan ini   digagas oleh Kwarda Gerakan Pramuka Jawa Timur.

Aksi tersebut, menurut Purmadi telah dilaksanakan di sejumlah wilayah seJawa Timur. “Di Kabupaten Gresik sendiri, Kwarda Pramuka Jawa Timur mempunyai target sekitar 27 ribu lubang resapan biopori yang tersebar di sejumlah kecamatan,” ujarnya.

Nantinya, lanjut Purmadi, sekitar tanggal 18 Januari akan dilakukan peninjauan kembali di lapangan. Dengan harapan pengeboran biopori telah terlaksana 100 persen. “Kami berharap hingga 18 Januari mendatang, pelaksanaan pengeboran telah rampung 100 persen. Namun kami juga ingin  pembuatan resapan biopori ini nantinya akan terus dilakukan dan berkelanjutan,” harapnya. (sam)