Blitar,(bisnissurabaya.com) – Di Desa Gadungan, Kecamatan Gandusari, Kabupaten Blitar, Jawa Timur, kabarnya ada seorang kakek yang usianya tertua di dunia. Kakek itu bernama Hardjo Suwito alias Hardjo Gentolet.

Disebut demikian, karena orangnya tinggi besar. Jangkung. Mbah Hardjo ini, usianya ditafsir mencapai 200 tahun lebih. Tapi sayang, hal tersebut tidak didukung dengan data kelahiran di KTP miliknya.

Warga dan perangkat desa sekitar mengakui, bahwa lelaki dengan empat istri ini, manusia yang tertua di desanya. Bahkan, dunia. Karena lelaki sepuh ini mengetahui secara detail  peristiwa awal hingga akhir Gunung Kelud meletus.” Gunung Kelud meletus itu sejak 1901, 1918, 1951, 1965, 1990, dan yang terakhir 2014 kemarin,” terang Widodo Kepala Desa Gadungan.

Bersarkan data kependudukan di kelurahan, Mbah Hardjo tercatat lahir pada 1925 silam. Dengan kata lain, saat ini Mbah Hardjo berusia 193 tahun. Namun, berdasarkan sejarah dan pengamalaman yang dijalani, Mbah Hardjo diperkirakan lahir pada 1800-an. “Tua sekali. Saya yakin, beliaunya ini manusia tertua di muka bumi ini,” ujar Widodo penuh yakin.

Rabu (10/01), pukul 09.00 WIB lalu,  Bisnis Surabaya sengaja mendatangi Mbah Hardjo di rumahnya. Melalui jalan sempit dan sedikit licin. Maklum, habis diguyur hujan. Lokasinya yang berada di lereng Gunung Gedang, membuat udara di sekitaran Desa Gadungan ini sejuk. Asri. Banyak terdapat pepohonan yang rindang.

Tidak terlalu sulit mencari tempat tinggal Mbah Hardjo ini. Maklum karena hampir setiap warga sekitar mengenal namanya. Setiba di lokasi, Bisnis Surabaya berusaha menemuinya. Ternyata, lelaki sepuh ini duduk bersila di ruang tamu yang tak begitu luas. Kurang lebih hanya berukuran 2 x 4 meter saja. Ia duduk tepat di belakang  meja (dampar) terbuat dari kayu. Di atas meja, terdapat banyak ubo rampe (sesaji). Mulai dari pisang, kembang, dan kemenyan. “Setiap hari ya gini, Nunggu tamu  dating,” ujar Mbah Hardjo dengan suara yang masih jelas.

Ternyata, Mbah Hardjo ini sehari-harinya memberikan pitulungan pada orang yang membutuhkan. Kalau jaman now, dinamakan paranormal. Ketika ditanya berapa usia Mbah Hardjo saat ini? Lelaki yang sehari-harinya mengenakan blangkon ini, menggelengkan kepala. “Saya tidak tahu. Tapi 4-5 generasi, saya tahu, “ jelas Mbah Hardjo.

Dari keterangan Mbah Hardjo ini, memang sulit dibuktikan. Tapi warga sekitar sangat yakin, bahwa Mbah Hardjo diklaim sebabagai orang tertua di dunia.  Maklum, zaman dulu itu tidak seperti sekarang ini. Apa-apa bisa langsung ditulis, la zaman saya, nggak bisa,” paparnya.

Bagi Mbah Hardjo, tertua di dunia atau tidak, bukan menjadi soal. Yang penting ia diberi hidup sehat dan dapat membantu sesama. Mbah Hardjo kini tinggal bersama anak-anaknya. Karena dari empat istrinya, tiganya telah meninggal dunia. (rul)