(bisnissurabaya.com) – Makin banyak kegiatan memantik jiwa kewirausahaan. Salah satunya yang dilakukan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) dengan mengadakan Entrepreneur Plus (Enplus) Festival 2018. Peserta dengan berbagai booth produk nampak antusias mengikuti kegiatan ini.

“Justru minat entrepreneur cukup tinggi datang dari Fakultas Kesehatan, ini betul – betul dijalankan universitas sebagai visi kampus menciptakan generasi berjiwa wirausaha,” kata Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Unusa, Dr. M. Yusak Anshori, kepada Bisnis Surabaya, pekan lalu.

Selain itu, EnPlus Festival merupakan upaya menanamkan mindset untuk berkreasi sejak dini sehingga kelak menekan angka pengangguran dan kemiskinan serta upaya menciptakan iklim berjiwa wirausaha. Penumbuhan minat kewirausahaan dinilai menjadi penting dalam usaha pembangunan ekonomi di Indonesia. Mengingat kondisi antara demand yang berbanding terbalik dengan supply tenaga kerja, dimana penawaran tenaga kerja sangat tinggi sedangkan permintaannya relatif rendah.

Tercatat pada 2018, pengangguran di Indonesia masih pada angka 7,01 juta orang. Artinya, jumlah penyedia lapangan pekerjaan di Indonesia masih belum bisa memenuhi kebutuhan tenaga kerja. Melalui jiwa kewirausahaan, unit-unit usaha baru perlu dibangun agar mampu menampung kelebihan tenaga kerja.

Ia mengungkapkan, kegiatan ini merupakan kegiatan tahunan yang diperluas cakupannya setiap tahun agar menjadi lebih besar sehingga memberikan dampak positif terhadap ekonomi masyarakat.

“Saya juga berterima kasih pada kampus yang telah berpartisipasi dan bersinergi mewujudkan kegiatan ini. Ke depannya, kami ingin mengajak lebih banyak lagi mahasiswa baik yang di Surabaya maupun di Jawa Timur untuk ambil bagian,” ungkapnya.

Menurut dia, pemilihan tema dare to be entrepreneur Rahmatan Lil alamin dilakukan agar generasi muda tidak selalu kemaruk dan serakah dalam berbisnis tetapi juga peduli terhadap lingkungan sekitar, berinfaq dan bershodaqoh sehingga dalam bisnis tidak hanya mendapatkan keuntungan tetapi juga meningkatkan ketaqwaan terhadap Allah S.W.T.

Dalam kesempatan yang sama, Rektor Unusa, Prof. Dr. Ir. Achmad Jazidie, M.Eng mengungkapkan bahwa gema kewirausahaan di Indonesia sudah merambah ke semua lini pendidikan. Hampir seluruh jenjang pendidikan di Indonesia telah mengaplikasikan kurikulum kewirausahaan untuk siswa-siswinya.

Pertumbuhan ekonomi merupakan hal yang sangat vital atau penting dalam suatu negara. Pertarungan antara kesediaan tenaga kerja merupakan salah satu faktor pentingnya pertumbuhan ekonomi. Ada jutaan tiap tahun wisudawan baru dan lulusan SMK yang berniat untuk kerja sementara kebutuhan tenaga kerja itu tidak klop.

“Ditambah lagi ada yang senang menggunakan tenaga kerja asing. Menyadari itu Unusa dalam visinya merumuskan secara eksklusif menyiapkan SDM yang berjiwa entrepreneur berhati diri Islami,” terang Prof Jazidie.

Mahasiswa sebagai generasi penerus bangsa tidak hanya dituntut untuk pintar dalam ilmu pengetahuan atau pun peka terhadap perubahan lingkungan sosial dan global, namun juga diharapkan memiliki jiwa kepemimpinan yang penuh tanggung jawab dan pintar dalam memanfaatkan keadaan, serta jiwa kewirausahaan. (lely)