(bisnissurabaya.com) – Ibadah Umroh menjadi primadona. Penyebabnya, karena daftar tunggu calon jamaah haji saat ini hingga 25 tahun. Kondisi ini sudah terasa sejak 10 tahun lalu. Tak ada pilihan lagi, bagi jamaah yang ingin beribadah ke Mekah pilihan satu-satunya melaksanakan ibadah haji kecil yang biasa disebut umroh. Travel pengurusan haji pun kebanjiran calon jamaah umroh.

Tak berlebihan, bila Kepala Cabang/Kacab PT Pesona Mozaik, Sugeng Nurdianto Wahyudi, berpikir praktis bagaimana meyakinkan calon jamaah melalui google. ‘’Saat itu, saya hanya berpikir bagaimana masyarakat dengan mudah menemukan informasi beaya umroh. Dengan mengetik di google umroh murah Surabaya,’’ kata Sugeng, kepada Bisnis Surabaya, pekan lalu.

Ide cara memasarkan umroh murah, kata dia, didapat setelah mengikuti pelatihan marketing berbasis IT selama 2 hari dengan beaya Rp 10 juta, pada 2012. Pelatihan yang diikuti saat itu dengan beaya sendiri, tetapi untuk kepentingan memasarkan ibadah umroh, produk kesehatan. Ternyata, hasilnya sangat ampuh ketika diterapkan.

‘’Dengan membuat kata sandi umroh murah Surabaya, penjelasan tentang beaya umroh dari kantor saya muncul di pencarian terpopuler di google. Dengan pemasaran model IT banyak calon jamaah yang tertarik untuk kemudian mendaftarkan diri,’’ ujarnya sambil menjelaskan beaya promo di google Rp 380.000/tahun.

Biasanya, setelah mendapat informasi melalui google calon jamaah kemudian datang ke kantor PT Pesona Mozaik di Giant Maspion Square Surabaya. Dalam satu bulan, PT Pesona Mozaik yang membawahi 22 kantor cabang ini memberangkatkan jamaah umroh 2-3 kali. Minimal 45 – 90 jamaah dalam satu kali pemberangkatan.

Kepala Cabang PT Pesona Mozaik, Sugeng Nurdianto Wahyudi, memberikan sosialisasi tentang umroh murah Surabaya. (Foto/Patrik)

Ada tiga paket umroh yang ditawarkan. Yakni, paket hemat, reguler dan VIP. Paket hemat beaya umroh antara Rp 19 juta – Rp 20 juta. Sedangkan reguler Rp 21 juta – Rp 25 juta dan paket VIP harganya Rp 25 juta – Rp 30 juta. ‘’Masing-masing paket hanya berbeda pada penginapan dan penerbangan saja,’’ ujar suami dari Indah Hari Ningsih ini.

Sebagian besar jamaah umroh yang tergabung dalam PT Pesona Mozaik, berasal dari Jatim, Jateng, Kalteng, Bali dan NTB. Yang menarik, pada setiap pemberangkatan, sekitar 80 persen calon jamaah umroh diperoleh dari pemasaran online. Sedangkan sisanya 20 persen, berasal dari referensi jamaah umroh yang sudah berangkat.

Adapun jamaah umroh sangat beragam. Mulai dari kalangan menengah bawah, atas, pejabat, anggota dewan. ‘’Bila saya prosentase untuk jamaah menengah bawah 60 persen dan menengah atas 40 persen,’’  kata bapak tiga anak ini. Menyinggung persaingan, lelaki kelahiran Malang, 12 Mei 1975 ini mengatakan, sedikitnya ada sepuluh perusahaan sejenis.

Meski demikian, pihaknya tak gentar menghadapi persaingan. Karena pihaknya berprinsip selama bersaing secara sehat dan tidak akan mengambil jamaah dari pesaing. Adapun perusahaan travel haji/umroh lainnya, seperti Ebad Wisata, Safira, Saudaraku, Arofah Minah, Armina Reka, Linda Jaya, Mabroroh.

Semua pesaing, kata dia, merupakan perusahaan besar dan memiliki kantor pusat di Jakarta. Hanya Travel Linda Jaya yang berkantor pusat di Surabaya. (bambang wili)