Tuban,(bisnissurabaya.com) – Banyak Organisasi Pemerintah Daerah (OPD) sebagai pengguna anggaran diduga tidak mampu serap anggaran setiap tahun. Akibatnya,  Sisa lebih Pembiayaan Anggaran (SiLPA) Kabupaten Tuban, Jawa Timur terus meningkat.

Tahun 2017 SiLPA Tuban   sebesar Rp 294 miliar. SiLPA sebanyak itu selisihnya tidak banyak dibanding SiLPA 2016 lalu. “APBD yang tak terserap selisihnya tidak jauh dengan tahun lalu,” ujar Miyadi Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Tuban, pekan lalu.

Wakil rakyat menilai besarnya SiLPA dikarenakan OPD menyerap anggaran secara maksimal dengan berbagai kendala. Padahal DPRD terus mendorong dinas terkait untuk mengoptimalkan program kerjanya.

Sejak tahun 2013, SiLPA meningkat setiap tahunnya. Tahun 2013 besaran SiLPA mencapai Rp 158.968 miliar, kemudian naik menjadi Rp250 miliar di tahun 2014, dan bertambah lagi menjadi Rp 294 miliar di tahun 2015. Pada Laporan Pertanggungjawaban (LKPJ) Bupati Tuban tahun anggaran 2016, jumlah SiLPA mencapai Rp 294.018.836.475,-.

Diantara hal yang memicu tidak tercapainya pendapatan 2016 adanya pemotongan Dana Alokasi Umum (DAU) selama empat bulan. Sekalipun pada akhirnya ditransfer kembali pada awal tahun 2017. “Untuk jumlah pastinya saya belum punya datanya,” tambah politisi PKB Tuban ini.

Analisa Miyadi, besarnya sisa APBD tahun ini juga dipengaruhi oleh proses aturan dan waktu. Misalnya Perubahan Anggaran Keuangan (PAK), kalau bangunan fisik rata-rata rekanan Pemkab Tuban tidak berani melakukan pekerjaan yang dibiayai dari anggaran PAK APBD, karena waktunya yang terlalu sempit.

“PAK 2017 itu kan bulan November baru diputuskan. Sementara seluruh proyek harus sudah selesai sebelum 31 Desember, sehingga, tidak banyak rekanan yang mengambil sejumlah proyek P-APBD. Jika masih ada SiLPA otomatis akan masuk pada anggaran 2018,” bebernya.

Menyikapi lemahnya serapan anggaran, Miyadi meminta OPD terkait untuk kerja cepat. Di Bulan Januari ini segera menyerap anggaran sebesar Rp 60 miliar, untuk proyek Tuban Sport Center (TSC) di Kelurahan Gedongombo, Kecamatan Semanding.“Akhir Januari harus mulai lelang dan di Februari awal mulai dikerjakan,” tegasnya.

Dikonfirmasi terpisah, Kabag Humas Pemkab Tuban Rohman Ubaid menjelaskan, besarnya SiLPA 2018 dipengaruhi berbagai faktor. Sehingga, bukan karena lemahnya OPD dalam penyerapan anggaran. “Tidak masalah soal SiLPA, kan nanti masuk di APBD lagi,” terangnya. (oso)