(bisnissurabaya.com) – Keberadaan organisasi pemuda saat reformasi mengalami banyak kemunduran. Baik dari segi kualitas maupun kuantitasnya. Hal ini disebabkan berbagai faktor antara lain kemajuan teknologi.

Karena kemajuan teknologi memungkinkan generasi muda untuk bersosialisasi tanpa keluar dari rumah untuk berkomunikasi dengan komunitas atau kelompoknya. Sehinga keberadaan organisasi digantikan oleh group facebook atau group whatssap.

Untuk mereposisi dan mereaktualisasi peranan pemuda diera sekarang ini, Pengurus Daerah Ikatan Putra Putri Indonesia Provinsi Jawa Timur (PD IPPI JATIM)  mengadakan pelatihan managemen OKP selama 4 hari di Gedung BP PAUD Sukolilo Surabaya.

Pelatihan ini menghadirkan 200 peserta dengan melibatkan perwakilan Organisasi Pemuda se-Jawa Timur, Pengurus Karang Taruna, Pengurus Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM),  Pengurus Remaja Masjid dan Pengurus Pramuka.

“Pelatihan ini dimaksudkan untuk meningkatkan kualitas manajemen tata kelola pengurus Organisasi Pemuda,’’ kata Ketua PD IPPI JATIM kepada Bisnis Surabaya, Wahyu Kuncoro.

Pada pelatihan ini menghadirkan narasumber Nanang Sutrisno, Sekretaris Jenderal Dewan Pengurus Nasional Forum Pemuda Pelopor (DPN FPP), Bambang Eko Witono mantan Ketua Dewan Pengurus Daerah Komite Nasional Pemuda Indonesia (DPD KNPI JATIM), Firtia Judiswandarta dari Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Jawa Timur (DISPORA JATIM), Okta Forum Kewira usahaan Pemuda Jawa Timur, M Arif An Pengurus Karang Taruna Jawa Timur.

“Kehadiran pemuda harus bisa membawa perubahan yang lebih baik bagi komunitasnya, karena itu generasi muda diharapkan selalu meng up date dan meng up grade dirinya,” kata Nanang Sutrisno, saat memaparkan materinya.

Peserta mengikuti setiap sesi demi sesi penyampaian dengan antusias, pertanyaan demi pertanyaan diajukan oleh peserta kepada narasumber.  “Bagaimana mengelola organisasi yang baik , Sedangkan organisasi dilanda konflik pengurus yang tidak berhenti ? tanya Ketua Pemuda Muslimin Indonesia Jatim, Didik Muadi.

Sebagai tindak lanjut, para peserta mengusulkan untuk diadakan temu wicara bersama Forum Pimpinan Daerah Provinsi Jawa Timur membahas situasi kebangsaan terkini terkait kondusifitas masyarakat di akar rumput  menjelang pemilihan Gubernur Jatim. (nanang)