(bisnissurabaya.com) – Penganugerahan Anugerah Pers K. Nadha Nugraha kembali digelar untuk ke-17 kalinya oleh Kelompok Media Bali Post di Wantilan Gedung Pers Bali Ketut Nadha, Denpasar, Jumat (5/1). Anugerah pers merupakan bentuk kepedulian tertinggi pers kepada tokoh dan lembaga yang telah berjasa dan memiliki komitmen dalam menjaga Bali dan NKRI.

Tahun ini, ada 7 penerima K.Nadha Nugraha. Pertama, (almh) Desak Putu Kari, istri pahlawan I Gusti Ngurah Rai yang tutup usia pada 10 Desember 2017 lalu. Desak Putu Kari tak hanya pahlawan nasional, tetapi juga pahlawan bagi keluarganya. Dalam keadaan hamil besar, Desak Putu Kari menjadi target sasaran penjajah Belanda karena diyakini mengetahui persembunyian suaminya, I Gusti Ngurah Rai. Demi memberikan dukungan kuat kepada suami di dalam perang kemerdekaan, Desak Putu Kari dan anak-anaknya tak luput dari penjara dan mendapatkan siksaan seperti tahanan pejuang-pejuang lainnya.

Kedua, I Wayan Gatha yang merupakan pendiri Bank Sri Partha dan salah satu tokoh dan saksi lahirnya Lembaga  Perkreditan Desa (LPD) di Bali. Berkat ketekunannya pula, pada masanya Bank Sri Partha menjadi salah satu bank yang dikelola putra daerah yang mampu memberi inspirasi pada kebangkitan ekonomi Bali. Ini ditandai  dengan  terserapnya tenaga kerja lokal disektor perbankan serta berkembangnya usaha-usaha mikro yang bermitra dengan Bank Sri Partha.

Ketiga, I Wayan Jati, seorang petani kopi arabika Kintamani di Desa Catur Kintamani. Petani sukses yang kini menjadi Ketua Petani Kopi Arabika Kintamani ini sering memberikan motivasi dan contoh kepada petani kopi lainnya di Kintamani untuk tetap mengembangkan kopi kintamani meski harga sedang tidak bersahabat.

Keempat, Superman Is Dead (disingkat SID), group musik dari Bali, bermarkas di Poppies Lane II – Kuta. Grup musik ini beranggotakan tiga pemuda asal Bali, yaitu: Bobby Kool sebagai gitaris merangkap vokalis, Eka Rock sebagi bassis, dan Jerinx sebagai drummer. Selain bermain musik, kelompok musik yang sudah terkenal di blantika musik tanah air ini juga dikenal memiliki kepedulian  dan komitmen yang jelas terhadap pelestarian alam dan budaya Bali. Keberpihakannya terhadap alam Bali menjadi salah satu identitas SID selain warna musiknya yang khas.

Kelima, Subak Mambal, Abiansemal, Kabupaten Badung yang melakukan pengembangan olah tani organik di Bali. Untuk mengantisipasi masalah penurunan kesuburan dan kekurangan air yang dialami petani, kini subak Mambal mengembangkan system of rice intensification (SRI). Sistem ini merupakan teknik budi daya yang intensif dan efisien dengan manajemen sistem perakaran yang berbasis pengelolaan tanah, tanaman, dan air yang seimbang.

Keenam, Visi Undiksha. Pers kampus berbendera ‘’VISI’’ lahir ketika Undiksha mengalami beberapa kali perubahan status. Diawali dari FKIP Universitas Udayana, lanjut menjadi STKIP Negeri Singaraja, IKIP Negeri Singaraja, dan terakhir Undiksha. VISI dipelopori sejumlah aktivis mahasiswa yang gemar berpikir kritis dan memilih jalan menulis untuk menikmati kebebasan kaum intelektual.

Ketujuh, AKADEMIKA Unud. Akademika merupakan pers mahasiswa yang tumbuh di UNIVERSIRTAS UDAYANA. Anggota pers Akademika Universitas Udayana (Unud) tetap mengasah kemampuan menulisnya setiap hari. Akademika yang berdiri 17 Maret 1983 itu kini telah memiliki berbagai produk. Yaitu majalah, mini magazine, buletin, online. Majalah dengan oplah 500-1.000 eksemplar diterbitkan setahun sekali. Mini magazine dan buletin dengan oplah lebih dari 200 eksemplar, terbit setahun 2- 4 kali. Sementara berita online diupdate setiap hari. Peliputan yang dilakukan setiap hari inilah untuk mengisi informasi berita online. Kini, anggota Akademika menjadi terlatih untuk menulis. Karena menulis adalah salah satu keterampilan berkomunikasi yang harus dimiliki setiap anggota.

BALI RESTART

“Semoga Kelompok Media Bali Post bisa menjadi inspirasi untuk membangun Bali dan Indonesia yang lebih baik. Terima kasih atas semua yang sudah mendukung kami dan mari kita lanjutkan perjuangan,” ujar Satria Naradha, Pimpinan Kelompok Media Bali Post.

Usai penganugerahan dilaksanakan diskusi bertema “Bali Restart”. Diskusi dipandu Nyoman Wirata, Pemimpin Redaksi Bali Post. Hadir sebagai pembicara antara lain Causa Iman Karana (Kepala Perwakilan BI Denpasar), IGA Mas Sumatri (Bupati Karangasem), Kepala BPS Bali, Kepala Bappeda Bali, dan Prof. Pitana. (ngurah budi)