Mendulang Uang dari Pelepah Pisang

863

(bisnissurabaya.com) – Kerajinan tangan berbahan pelepah pisang. Bermula dari kekaguman kepada tanaman pisang yang dianggap memberikan manfaat yang besar, mulai dari batang, daun, dan buahnya. Seperti pohon kelapa dan bamboo.

Mengacu pemikiran tersebut, Syafik,  pria kelahiran Gresik, 28 Oktober 1974 berusaha mencari tahu cara memanfaatkan limbah tanaman pisang menjadi produk yang bermanfaat dan bernilai jual. Nasib baik mempertemukan Syafik, dengan Atik Wayantik,  dari Gressyen Art. Dari Atik inilah Syafik, pertama kali belajar membuat kerajinan dari limbah batang atau gedebok pisang.

Berbekal semangat dan ketekunan belajar bersama sang mentor, kini syafik mampu memproduksi sendiri aneka kerajinan tangan berbahan gedebok pisang. Seperti topi, tas, tempat tisu, tudung saji, gantungan lampu dan lain-lain. Kerajinan gedebok pisang yang diproduksi Syafik memiliki harga yang variatif. Mulai yang paling murah Rp 5.000 sampai Rp 500.000

Produk buatan Syafik, dengan mudah diterima pasar, baik pasar lokal maupun mancanegara. Selain memiliki nilai seni yang tinggi, Syafik, juga konsisten menggunakan bahan yang ramah lingkungan. “Buyer dari luar negeri sangat teliti dalam menilai penggunaan bahan. Mereka tak mau membeli produk mengandung toxit seperti tiner,’’ kata Syafik, kepada  Bisnis Surabaya, pekan lalu.

Melalui label dagang Gedebok Art, Syafik, rajin mengikuti berbagai pameran untuk memperkenalkan produknya. Banyak pameran didalam dan luar negeri yang sudah diikuti. Selain di pasarkan lewat pameran, banyak  juga gallery yang menawarkan kerjasama untuk menitipkan produk. Bahkan, ada sebuah maskapai penerbangan yang siap menampung  produknya.

“Sistem konsinyasi dan bagi hasil yang diterapkan beberapa gallery sangat merugikan pengrajin. Selain melakukan pembayaran mundur beberapa bulan, mereka juga meminta bagi hasil yang tinggi 40 persen,” Jelas Syafik, yang juga pengurus di beberapa organisasi UKM.

Berbagai organisasi usaha kecil menengah diikuti oleh Syafik. Seperti Panutan Gresik, Ekselen Preneur Indonesia (EPI), Asosiasi Handycraft Jawa Timur, Perhimpunan Komunitas Jawa Timur (PKJT), Gerakan Mencegah Daripada Mengobati (GMDM).

Melalui komunitas yang diikuti, Syafik berharap bisa menemukan orang yang tepat dan  memiliki taste seni untuk diajak kerjasama dalam memasarkan produk yang dihasilkannya terutama ke luar negeri.

Selain memproduksi  aneka  produk dari pelepah pisang, saat ini Syafik, juga sedang mengembangkan produk lain. Yaitu aneka kelompen hias untuk perempuan. Syafik, berharap produk kelompen dapat mengikuti kesuksesan produk pelepah pisang miliknya. (nanang)