(bisnissurabaya.com) – Inovasi Hotel Djagalan membawa dampak positif. Termasuk minat investor untuk menanamkan uangnya dalam bentuk hotel. Setiap tahun tercatat puluhan hotel berdiri  di Surabaya. Baik kelas bintang maupun melati.

Kompetisi yang sengit ini memaksa pengusaha hotel untuk berpikir keras melakukan inovasi agar mampu bertahan disektor ini. Termasuk menggandeng stake holder/ pemangku kepentingan seperti  tour & travel, SKPD, badan usaha daerah, kelompok usaha kecil dan menengah (UKM) untuk bekerjasama menyelenggarakan suatu acara di hotelnya.

Hal ini yang dilakukan Hotel Djagalan. Sebuah hotel keluarga yang sudah berdiri sejak puluhan tahun di kawasan tua kota Surabaya. Terletak di daerah penuh sejarah seperti Alun-alun Contong, Jagalan Pandean, Peneleh, Lawang Seketeng dan Plampitan.

Hotel Djagalan bekerjasama dengan kelompok Gerakan Wira Usaha Mandiri (GW MAN) dan Gerakan Mencegah Daripada Mengobati (GMDM) menggelar berbagai acara untuk mengisi kegiatan tahun baru. Acara tersebut memiliki rangkaian kegiatan antara lain kopi darat UKM, Glam BBQ Nigth 2017, dan Napak Tilas Jejak Pendiri Bangsa.

Kopi darat UKM ini menghadirkan Wuryanano dan Christine Wu pasangan  Motivator untuk memberikan motivasi dan memberikan tip praktis kepada para pelaku usaha kecil dan menengah. Acara ini menjadi ajang curhat bagi mereka. Berbagai pertanyaan diajukan secara antusias.

“Saya mengharapkan semua penggiat UKM bisa bersinergi dalam mengembangkan usahanya. Seperti yang sudah ada sekarang yaitu mensinergikan daging ayam frozen menjadi olahan pentol bakso aneka rasa dan varian,“ kata Banu, seorang distributor sayur dan buah.

Malam pergantian tahun dari 2017 ke 2018 menjadi moment yang meriah bagi pengunjung hotel. Dimana tamu hotel dan penggiat UKM larut dalam kegembiraan bersama dalam acara yang dikemas dalam title Glam BBQ Night 2017. Dimana dalam kesempatan tersebut pengunjung menikmati live musik, mendapatkan door prize, aktivitas bersama anak-anak, dan melihat serta menikmati BBQ bersama cheef kondang MR Kim.

Asap yang mengepul dari pembakaran sate baso barberque menarik perhatian pengunjung. Mereka kemudian antri untuk mendapatkan makanan yang menggoda selera. Tampaknya mereka sudah tak sabar untuk mencicipi nikmatnya makanan tersebut.

“Acara seperti ini penting dan dibutuhkan, karena tak semua pelaku UKM punya jadwal yang bisa dinikmati pada saat Tahun Baru,“ kata Nana, seorang tamu yang juga pengerajin kalung kawat.

Saat tahun baru, banyak hotel memilih membuat program paket kunjungan ke tempat wisata. Tetapi Hotel Djagalan memilih membuat program yang memiliki nilai edukasi yaitu paket wisata napak tilas jejak pendiri bangsa.

Pembeli paket ini dimanjakan, dengan menggunakan sepur kelinci atau yang dikenal dengan odong-odong. Mereka bisa mengunjungi berbagai tempat bersejarah. Seperti Sekolah tempat Sukemi bapak Bung Karno mengajar di Alon-alon Contong, Rumah kelahiran Bung Karno di Pandean, Rumah Kost milik HOS Cokroaminoto di Peneleh, dan rumah Abdul Gani, di Plampitan.

“Kami sengaja membuat program ini untuk mendekatkan diri generasi muda pada sejarah bangsanya, supaya generasi muda selalu ingat JAS MERAH yang disampaikan Bung Karno,’’ tambah dr Monik, pemilik Hotel Djagalan. (nanang)