Difi Ahmad Johansyah : BI Berperan Sebagai Strategi Cadvisor bagi Pemda

123

(bisnissurabaya.com) – Kebijakan Bank Indonesia (BI) 2018 memperkuat momentum perekonomian Jawa Timur (Jatim). Perekonomian global selama 2017 menunjukkan momentum pemulihan dan mengindikasikan pertumbuhan yang lebih tinggi dibandingkan perkiraan semula. Ekonomi global tahun ini diperkirakan tumbuh hingga 3,6 persen.

“Sistem keuangan Jatim dalam kondisi terjaga, dengan peningkatan kinerja kredit dan dana pihak ketiga yang cukup baik, dan risiko kredit terkendali,” kata Kepala Kantor BI Jatim, Difi A Johansyah, kepada Bisnis Surabaya, pekan lalu. Dia tidak menampik bila tantangan yang dihadapi perekonomian Jatim disebabkan konsumsi rumah tangga sebagai kontributor utama ekonomi Jatim masih belum sekuat pola normalnya.

Meski perekonomian masih dihadapkan pada berbagai tantangan di 2018, BI optimis kondisi perekonomian Indonesia masih kondusif. Dirinya, meyakini perekonomian Jatim diyakini mampu mencatat perbaikan pertumbuhan di tengah berbagai tantangan yang ada, dengan proyeksi pertumbuhan ekonomi Jatim pada 2018 mencapai 5,2 – 5,6 persen.

BI optimisme pertumbuhan ekonomi Jatim 2018, didukung upaya Pemerintah Provinsi (Pempriv) Jatim untuk meningkatkan pembangunan infrastruktur yang berdampak pada peningkatan investasi. Ia optimis tetap tumbuh tinggi, didukung pembangunan proyek infrastruktur, seperti jalan tol Trans Jawa maupun non Trans Jawa, serta pembangunan bandara dan pelabuhan.

“Peran aktif dan kontribusi berbagai pihak terkait, dinilai mampu mengantarkan ekonomi Jatim tetap tumbuh positif ditengah berbagai tantangan yang ada,” ujarnya. BI Jatim pada 2018 berperan sebagai strategi cadvisor bagi pemerintah daerah, siap meningkatkan koordinasi dan kerjasama yang terstruktur untuk bersama mencari solusi permasalahan ekonomi Jatim.

Beberapa persoalan ekonomi, seperti disparitas ekonomi. Diantara kabupaten/kota, perbaikan akses pembiayaan UMKM, peningkatan peran sektor pertanian, pengembangan industri kreatif dan akselerasi dan promosi investasi merupakan thema sentral yang perlu dikoordinasikan lebih lanjut.

Namun berkaitan dengan pilkada serentak 2018 ini serta masih berlangsungnya proyek infrastruktur pemerintah. “Kami meyakini investasi tetap tumbuh tinggi, didukung pembangunan proyek infrastruktur. Seperti jalan tol Trans Jawa maupun nonTrans Jawa, disamping pembangunan bandara dan pelabuhan searah dengan upaya Pemprov Jatim untuk meningkatkan pembangunan infrastruktur,” pungkas Difi. (ton)