Blitar,(bisnissurabaya.com) – Seperti janjinya, Kapolres Blitar Kota AKBP Adewira Siregar, membuat suasana yang  sudah kondisif ini, akan dibuat lebih nyaman lagi. Entah, bagaimana caranya. Yang penting masyarakat Blitar merasa terlindungi akan keberadaan polisi.

“Alhamdulillah, Blitar Kota aman. Tidak ada gejolak. Saya ingin membuat suasana yang kondusif ini, lebih terasa nyaman lagi,” papar perwira dengan dua melati di pundaknya ini.

Salah satu momen penting saat ini adalah menjaga keamanan dan kenyamanan pada saat perayaan malam tahun baru. Selain siaga satu, dengan cara menempatkan beberapa personel di pos-pos penjagaan dan lokasi yang diaggap rawan tindak kriminal, pihaknya juga sangat peduli dengan pedagang di pinggir-pinggir jalan. Mulai dari pedagang makanan, terompet, kembang api, dan lain sebagainya.

Menurutnya, memberi rasa nyaman kepada pedagang kecil seperti ini, itu penting. Sebab, momen tahun baru itu, kesempatan bagi mereka untuk meningkatkan pendapatan lebih dibanding hari biasa.

Salah satu tindakan konkrit yang dikukan Polres Blitar Kota adalah merazia dan mengamankan kendaraan brong. Atau kendaraan roda dua yang menggunakan knalpot rising.Karena bunyi suaranya keras sekali.

Selain melanggar aturan spesifikasi standar teknik kendaraan, bunyi keras mesin tersebut menimbulkan kebisingan luar biasa. Dampak buruknya, menimbulkan kepanikan hingga terjadinya kecelakaan. Dilain sisi, juga merugikan pedagang kaki lima. Bagaimana tidak, warga Blitar yang ingin keliling kota dibuat tidak nyaman oleh pengguna motor brong ini. “Potensi jualnya otomatis turun,” papanya.

Untuk itu, pihaknya kini telah mengamankan puluhan motor brong yang terjaring razia. Motor ini akan dilepas, jika pemiliknya bersedia langsung mengganti knalpot brong menjadi knalpot standar. Razia serupa, akan terus digelar hingga pasca malam pergantian tahun. “Dengan cara ini, pedagang merasa nyaman, dan Insya Alloh dagangnya juga lancer, “ pungkas mantan Kasatlantas Polrestabes Surabaya ini. (rul)