Tuban,(bisnissurabaya.com) – Angka kemiskinan di Tuban masih tergolong tinggi, sehingga diperlukan kerja keras. Bukan hanya pemerintah saja, tapi semua elemen masyarakat juga harus terlibat dalam pengentasan kemiskinan.

Tahun 2016 lalu angka kemiskinan di wilayah Kabupaten Tuban mencapai 17, 14 persen dengan jumlah penduduk miskin sebesar 198.350 dari 1,2 juta jiwa.

“Ini menjadi PR kita semua, diperlukan kekompakan aparat di lingkup Pemkab Tuban secara bersama-sama untuk meningkatkan kinerja, terutama dalam mengentaskan kemiskinan,” tutur Bupati Tuban Fathul Huda dalam suatu kesempatan.

Oleh sebab itu, lanjut orang nomor satu di Bumi Wali Tuban itu, peran serta masyarakat dalam mendorong pengentasan angka kemiskinan sangat dibutuhkan. “Kami mengapresiasi peran masyarakiat dalam ikut berpartisipasi dalam pengentasan kemiskinan,” lanjutnya saat meremikan Desa Guwoterus, Kecamatan Montong sebagai Desa Wisata Berbasis Sedekah.

Pihaknya berharap ada desa-desa di wilayah Kabupaten Tuban yang menyusul Desa Guwoterus dalam ikut mengentaskan kemiskinan dengan berbagai model lain. “Desa lain harus memiliki inovasi  dalam pengentasan kemiskinan, tidak harus meniru Guwoterus,” tuturnya.

Desa wisata ala Guwoterus ini lanjutnya, program yang sangat baik sebagai upaya pengentasan kemiskinan di Tuban. Apalagi, pengentasan kemiskinan ini juga bekerjasama dengan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Tuban.

Bupati menegaskan, pengentasan kemiskinan tidak bisa diselesaikan sendiri oleh pemerintah. Untuk itu, diharapkan peran serta semua elemen masyarakat. Dengen begitu program-program pengentasan kemiskinan bisa berjalan secara maksimal dan tepat sasaran. ‘’Inilah yang kita butuhkan (sinergitas pemerintah dan masyarakat, Red) dalam pengentasan kemiskinan,’’ tuturnya.

Lebih lanjut bupati berharap, inovasi pengentasan kemiskinan di Desa Guwoterus ini bisa menjadi contoh bersama untuk masing-masing desa yang ada di Tuban. Istilahnya desa ini sebagai percontohan atau pilot project untuk  desa-desa lain.

Dalam kegiatan ini, juga dilaksanakan penandatanganan komitmen bersama penanganan kemiskinan antara Baznas dengan ketua forum CSR, ketua AKD, pendamping desa, Adm Perhutani KPH Tuban, Parengan Jatirogo, dan Kebunharjo. Serta, MoU antara Baznas dan Pemkab Tuban. (oso)