(bisnissurabaya.com) – Liburan sekolah, Natal dan Tahun Baru (Nataru) membawa rezeki tersendiri. Terutama angkutan umum. Mulai bus antarkota, kereta api, kapal laut maupun pesawat terbang. Meski volume angkutan umum tak seramai saat lebaran, karena banyaknya kendaraan pribadi, organisasi angkutan darat (Organda) Jawa Timur (Jatim) tetap siap menjalankan tugas pokok dan fungsinya dalam mendukung pemerintah untuk menyiapkan angkutan umum pada saat pergantian Tahun Baru 2018.

Organda Jatim menyiapkan armada bus yang cukup untuk menyambut Natal dan Tahun Baru 2018. “Tak ada laporan kekurangan bus di terminal. Yang ada hanya keterlambatan,” kata Ketua Organda Jatim, Firmansyah Mustafa, kepada Bisnis Surabaya, pekan lalu.

Banyaknya kendaraan pribadi yang digunakan untuk berlibur menuju obyek wisata saat tahun baru dapat menimbulkan kemacetan di jalan raya. Misalnya, perjalanan dari Surabaya ke Malang yang biasanya ditempuh dua jam, saat liburan sekolah, Nataru bisa mencapai 4 jam.

Memang ada trend perpindahan penumpang dari angkutan bus ke kereta api seiring dengan peningkatan fasilitas dan sistem yang dilakukan managemen PT Kereta Api (KA). Tetapi jumlahnya kecil sehingga tak signifikan.

Justru ada peningkatan penggunaan bus untuk digunakan tour ke tempat wisata, baik di dalam maupun di luar kota. Tampaknya cuti bersama Nataru benar-benar dimanfaatkan masyarakat. Baik secara pribadi maupun bersama-sama untuk mengunjungi berbagai obyek wisata yang tersebar di Jatim.

Bencana erupsi Gunung Agung di Bali dan cuaca buruk di Malang yang mengakibatkan jadwal penerbangan terganggu membawa keuntungan tersendiri bagi pengusaha angkutan umum. Karena banyak penumpang yang harus pindah penerbangan ke bandara yang lain, dan proses pemindahan itu menggunakan armada angkutan umum bus.

Selama 2017, terjadi peningkatan kesadaran oleh  pemilik, pengemudi, dan penumpang angkutan umum dalam menjalankan kendaraan. Hal ini membawa dampak turunnya angka kecelakaan lalu-lintas di jalan raya.

“Saya berharap semoga pelaksanaan libur Nataru ini bisa lancar. Karena itu peran aktif semua pihak dalam memeriksa laik jalan bagi angkutan umum harus dilaksanakan sesuai kapasitasnya demi keselamatan penumpang,’’ kata Firmansyah, yang juga pemilik PO Manggala.

Rent Car Ramai

Rezeki Nataru juga dirasakan pengusaha rent car/sewa mobil. Karena biasanya menjelang tahun baru pengusaha rent car mengalami lonjakan pesanan. Banyak orang memanfaatkan liburan ini  untuk berkunjung ke sanak keluarga dan obyek wisata. Peningkatan jumlah pemakai mobil sewa pada liburan ini sangat pesat.

Hal ini mengakibatkan kenaikan harga sewa mobil hingga 25 persen. Karena itu pelanggan memilih untuk melakukan pemesanan tiga bulan sebelum tahun baru untuk mendapatkan harga yang normal. “Harga sewa mobil Rp 300.000 sampai Rp 500.000 per hari. Penyewa bisa memilih lepas kunci atau include sopir. Untuk ongkos sopir Rp 150.000, pelanggan.

‘’Sebagian besar pelanggan memilih mobil jenis mini bus untuk disewa pada saat liburan tahun baru. Mereka bisa memakai sampai lima hari,’’ kata Pemilik Rent Car Penggerak Pembangunan, Djojo Karjanto.

Djojo Karjanto, sudah menjalani usaha sewa mobil sejak 5 tahun lalu, bersama teman- temannya sesama pengusaha sewa mobil yang rata-rata memiliki empat unit mobil ini dengan membentuk satu wadah komunikasi untuk saling tukar informasi guna meningkatkan pendapatan.

Mendapatkan penyewa yang baik adalah harapan semua pengusaha termasuk Djojo Karjanto, namun mujur tidak bisa diharap dan untung tidak bisa diraih. Dia pernah harus gigit jari dan menelan kerugian saat penyewa yang dia kenal dengan baik tak bisa menyelesaikan pembayaran sewa mobil miliknya setelah digunakan hampir 2 minggu.

“Saya berharap selalu mendapatkan penyewa yang baik dan tidak bermasalah. Saya berusaha untuk selektif dan waspada kepada setiap penyewa dengan meminta surat identitas KTP dan KK yang sesuai dengan rumah tempat tinggal penyewa, serta mengecek status kepemilikan rumah penyewa,” jelas Djojo Karjanto, yang juga penerima penghargaan sarjana penggerak pembangunan.

Di musim liburan tahun baru ini, Djojo berharap untuk mendapatkan penyewa mobil yang baik. Sehingga bisa menutup kerugian yang ditimbulkan penyewa nakal beberapa waktu yang lalu. (nanang)