(bisnissurabaya.com) – Semangat pemerintahan dalam mewujudkan program ketahanan pangan, patut mendapat dukungan. Dengan harapkan stok pangan nasional dapat tercukupi. Untuk mendukung program pemerintah tersebut, Perum Perhutani Divisi Regional Jawa Timur menanam kedelai besar-besaran.

Kedelai tersebut ditanaman di atas lahan yang diberi nama program Penambahan Areal Tanaman (PAT) kedelai APBN 2017 di seluruh wilayah Perum Perhutani. “Sengaja dibuat serentak begini, biar panennya juga serentak,”  ujar  Sangudi Muhammad, Kepala Perhutani Divisi Regional Jawa Timur, pekan lalu.

Seremonial penanaman kedelai ini dilaksanakan di Kabupaten Jember, Nganjuk, Banyuwangi, dan Kabupaten Blitar.  Yang dipusatkan di petak 55h RPH Sekaran, BKPH Lodoyo Barat, KPH Blitar masuk administrasi  Desa Kedungbunder Kec. Sutojayan Kabupaten. Blitar.

Kegiatan tersebut dihadiri Kementerian Pertanian, Dinas Pertanian Jatim, Balitkabi, Kepala Perhutani Divisi Regional Jawa Timur, unsur muspida, muspika, desa dan petani.

Sangudi Muhammad berharap kedelai yang ditanam dalam pencanangan ini dapat dipanen menjadi benih karena harganya lebih baik. Bisa mencapai Rp 8.500 /kg. Pemerintah berkeyakinan swasembada pangan mulai dari padi, jagung, tebu, kedelai akan tercapai. Untuk itu, pihaknya mengajak masyarakat  mendukung program pemerintah. “Ini baik sekali. Dengan demikian ke depannya Indonesia tidak lagi impor pangan dari negara lain,” kata Sangudi optimis.

Sementara itu,  Saiful perwakilan dari Kementrian Pertanian menambahkan untuk 2018 ini, merupakan tahun nasional untuk kedelai. Ia meminta kepada masyarakat untuk saling bahu  membahu mewujudkannya. Jika ada lahan yang bisa ditanami, diminta untuk menanam kedelai karena prospeknya menjanjikan. “Kebutuhan kedelai di Indonesia cukup besar, sehingga pasar  terbuka lebar,” jelasnya.

Kepala Dinas Pertanian Kabuapaten Blitar, Eko Priyo Utomo, mengaku gembira  dengan program PAT Kedelai yang ditanam di Perhutani. Karena Indonesia selama ini masih impor kurang lebih 2,5 juta ton kedelai per tahun. Padahal, Indonesia negara agraris. Dinas Pertanian mendukung dan menyukseskan program pemerintah dengan segala daya upaya. Program PAT kedelai dapat dikembangkan di lahan-lahan yang belum pernah ditanami kedelai. Seperti Perhutani dan Perkebunan.

 Berdasarkan data yang ada, luas tanaman kedelai dalam kawasan hutan di Kabupaten Blitar mencapai 1.686,45 Ha, dengan melibatkan 3.686 petani. Yang terdiri dari Kec. Bakung 125,00 Ha (250 petani), Kec. Binangun  177,30 Ha (571 petani), Kec. Kademangan 46,50 Ha (93 petani), Kec. Panggungrejo 485,4 Ha (1.097 petani), Kec. Sutojayan 121,90 Ha (269 petani), Kec. Wates 166,00 Ha (272 petani), dan Kec. Wonotirto 564,35 Ha (1.137 petani).

Kegiatan ini merupakan kelanjutan kegiatan pada awal tahun 2017.  Dan starting point penyelesaian penanaman tanaman kedelai dalam Kawasan Hutan Perum Perhutani hingga sesuai target keluasan tahun 2017 seluas 23.000 hektar dan tahun 2018 seluas 50.000 hektare. (rul)