Ngawi,(bisnissurabaya.com) – Jumpa pengunjung dari segala penjuru mancakota, menikmati buah durian. Bupati Award diberikan sebagai bentuk apresiasi penghargaan desa inovatif.

Pemberian award atau penghargaan ini  berlangsung di Desa Karanggupito Kecamatan Kendal Kabupaten Ngawi , Minggu (10/12). Acara ini difasilitasi oleh Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa  (PMD) Kabupaten Ngawi pimpinan Kabul Tunggul Winarno, mewakili pemerintahan daerah. Dan  didukung oleh seluruh stake holder terkait, Asosiasi Desa Wisata (Asidewi) Ngawi dan lokalnya dari Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Desa.

Bupati Ngawi Ir.Budi Sulistyono memberikan penghargaan kepada tokoh masyarakat, tokoh agama, kepemudaan, tokoh masyarakat, budayawan, pengusaha muda maupun para interpreneur muda dari semua elemen yang telah berdedikasi, inovatif dan berprestasi sesuai bidangnya dalam mengisi kemajuan pembangunan di Kabupaten Ngawi. Pada intinya bagi mereka yang telah memberikan kontribusi bagi akselerasi pembangunan di wilayah Ngawi sesuai bidangnya masing-masing.

Selain bupati,  hadir pada acara itu Sekda Ngawi, Kepala OPD, camat, Kepala Desa seputaran Ngawi terutama yang menerima penghargaan adanya desa inovatif . Juga  duta wisata yaitu para Dimas Diajeng, Pokdarwis dan ribuan pengunjung.

Bupati Ngawi menyampaikan  Festival Durian ini  sebagai langkah riil memberdayakan masyakarat lokal desa bersaing secara ekonomi dengan memanfaatkan hasil produksi baik pertanian, perkebunan maupun lainnya. Sedikit cerita Karanggupito dulu daerah tambang tapi sekarang jadi pertanian durian.

Sementara itu Kadin PMD Ngawi Kabul Tunggul Winarno  menambahkan pengembangan potensi daerah di satu wilayah untuk menghasilkan satu produk kelas global yang unik khas daerah dengan memanfatkan sumber daya lokal dari desa perlu distimulus. Maka diadakan kegiatan pemberian penghargaan Bupati Award 2017 bagi desa inovatif,sekaligus diadakan bazar durian di Karanggupito, yang mempunyai banyak jenis durian. Seperti   jenis durian kresna madu, buto ijo, bajul, petruk, montong dan durian bojo galak.

“Hal ini bisa menyedot animo para penggemar durian. Dengan melakukan inovasi olahan berbahan dasar durian tentu dengan dengan beraneka cipta rasa,” tandas Kabul.

Untuk itu acara menggali dan mempromosikan produk inovatif dan kreatif lokal, dari sumber daya, yang bersifat unik khas daerah, bernilai tambah tinggi, dengan tetap menjaga kelestarian lingkungan, memiliki image dan daya saing yang tinggi perlu terus digalakkan. Muaranya, meningkatkan Industri Kecil Menengah (IKM) berdaya saing dipasar domestik dan global.

Tercatat menuju desa durian tidak semudah yang diinginkan selama ini tetapi perlu keterlibatan masyarakat desa setempat khususnya para pemuda desa. Jika hal ini berhasil maka akan menjadi desa wisata setidaknya menjadi destinasi wisata buah durian melalui Kebun Wisata Desa Argo Munung yang baru  diresmikan. (eko)