Ngawi,(bisnissurabaya.com) – Program  akan berdaya guna adalah program yang relevan dengan kebutuhan dan situasi sosial. Program yang baik selalu mempertimbangkan dimensi kebutuhan masyarakat, dan juga didukung oleh kesadaran yang memadai dari masyarakat setempat untuk berubah.

Dinas Pertanian Kab.Ngawi dibawah Kepala Ir.Marsudi didampingi oleh Indah Alasta Dewi,S.PT, MA,MAP, mengadakan  berbagai macam kegiatan terkait  peternakan dan verifikasi lapangan. Terkait penguatan ekonomi masyarakat dan lingkungan industri hasil tembakau dalam rangka pengentasan kemiskinan, mengurangi pengangguran dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

Dalam setiap tujuan pembangunan selalu yang menjadi tujuan pokok adalah meningkatnya kesejahteraan rakyat atau pengentasan kemiskinan. Berbagai jalan untuk mencapai target tersebut salah satunya adalah pencanangan program-program pemerintah yang benar-benar menyentuh sasaran.

Usaha pengentasan kemiskinan lewat bidang peternakan  sudah lama dirintis. Namun seiring dengan pergantian iklim politik di Indonesia mengakibatkan seringnya pergantian kebijakan yang sedikit banyak menghambat kontinyuitas program.

Salah satu konsep yang dikembangkan oleh Provinsi Jawa Timur adalah pengembangan klaster pengentasan kemiskinan. Maka ditetapkanlah satuan-satuan wilayah pengentasan kemiskinan. Misalnya kluster pesisiran, pertanian, peternakan, perkebunan, dengan berbagai karakteristik pengembangannya.

Misalnya untuk menentukan klaster peternakan, maka yang harus dipertimbangkan adalah ketersediaan potensi atau sumber daya peternakan, misalnya bibit ternak, ketersediaan pakan, infrastruktur dan sebagainya.

Daerah yang terdiri dari banyak tumbuhan sebagai pakan ternak, pemberian usaha sapi jenis unggul akan sangat mendukung. Daya dukung alam dan daya dukung kesadaran warga pedesaan untuk usaha juga menjadi penting untuk diperhatikan.

Dinas Peternakan Kabupaten Ngawi, mendapatkan pagu spicipic grant untuk program pembinaan lingkungan sosial bidang peningkatan hasil produksi peternakan. Program ini disasarkan pada pembinaan kemampuan dan ketrampilan kerja bagi tenaga kerja dan masyarakat melalui bantuan sarana produksi, sebesar Rp 2.600.000.000,-

Yang menjadi perhatian bagi Dinas pertanian bidang peternakan, tidak boleh dilupakan adalah keberlanjutan program. Untuk kepentingan keberlanjutan program,  maka yang dibutuhkan adalah evaluasi proses dan produk. Apakah prosesnya sudah sesuai dengan konsep pemberdayaan masyarakat dan apakah produknya sudah sesuai dengan rencana yang ditetapkan.(eko)